Gaza, LINGKARWILIS.COM – Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menyatakan bahwa anak-anak Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat masih menghadapi kekurangan layanan dasar yang sangat penting bagi kelangsungan hidup mereka.
Dalam pernyataannya, UNICEF menyoroti bahwa hampir seluruh dari 2,4 juta anak yang tinggal di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, serta di Jalur Gaza, terdampak oleh konflik berkepanjangan.
“Terlalu sering, anak-anak di Palestina menjadi korban konflik yang tak berkesudahan. Mereka hidup dalam ketakutan, mengalami kecemasan luar biasa, serta kekurangan bantuan dan perlindungan kemanusiaan,” demikian pernyataan UNICEF, seperti dilansir dari WAFA, Minggu (16/3).
Baca juga : Sebanyak 226 Situs Arkeologi di Gaza Rusak akibat Serangan Israel
Direktur Regional Timur Tengah dan Afrika Utara UNICEF, Edouard Beigbeder, usai menyelesaikan misi empat hari ke wilayah tersebut, menegaskan bahwa seluruh anak berhak mendapatkan perlindungan.
“Tanpa bantuan yang masuk ke Jalur Gaza, sekitar 1 juta anak hidup tanpa kebutuhan dasar yang mereka perlukan untuk bertahan hidup,” ungkapnya.
Kondisi ini semakin memperparah krisis kemanusiaan di Palestina, yang membutuhkan perhatian dunia agar anak-anak di wilayah tersebut dapat memperoleh hak-haknya yang mendasar.***
Editor : Hadiyin





