GAZA, LINGKARWILIS.COM — Wali Kota Gaza, Yahya al-Sarraj, menyatakan bahwa air di wilayah Jalur Gaza saat ini tidak memenuhi standar untuk dikonsumsi.
Dilansir dari laman Quds Press, kondisi tersebut diperparah oleh krisis pangan yang semakin mengancam keselamatan penduduk, terutama perempuan dan anak-anak.
“Air di Gaza tidak dapat diminum, dan krisis pangan bisa menimbulkan bencana besar bagi warga sipil,” ujar al-Sarraj pada Senin (21/4).
Baca juga : Israel Pertegas Sikap, Blokade Total Gaza Tanpa Bantuan Kemanusiaan
Ia menjelaskan bahwa Gaza kini mengalami kekurangan akut bahan pangan, air bersih, obat-obatan, hingga pasokan bahan bakar. Situasi kemanusiaan pun semakin memburuk seiring dengan berlanjutnya konflik dan terbatasnya akses bantuan dari luar.
Sementara itu, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric, mengungkapkan bahwa sejumlah toko roti di Gaza terpaksa menghentikan operasionalnya, dan gudang milik organisasi kemanusiaan juga mengalami kekosongan stok, termasuk tenda untuk para pengungsi.
“Kami kesulitan mengakses beberapa gudang kami di Gaza karena adanya perintah pemindahan paksa,” tutur Dujarric.
Baca juga : Sebanyak 226 Situs Arkeologi di Gaza Rusak akibat Serangan Israel
Kondisi ini mencerminkan kedaruratan situasi kemanusiaan di Gaza yang memerlukan perhatian dan bantuan internasional segera.***
Editor : Hadiyin





