Kediri, LINGKARWILIS.COM – Kondisi jalan provinsi di jalur Ngadiluwih–Wates, tepatnya di Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, semakin memprihatinkan. Lubang besar dan dalam di tengah jalan kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas, bahkan beberapa korban harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan, pemerintah desa bersama warga setempat mengambil langkah inisiatif dengan memasang tanda kotak besar berukuran 120 x 120 sentimeter di atas lubang berbahaya tersebut.
Tanda itu juga dilengkapi tulisan peringatan mencolok seperti “Awas Jeglongan Maut,” “Alon-Alon Jeglongan Jeru,” dan “Awas Joglangan Maut.”
Menurut Manon, perangkat Desa Dukuh, kondisi jalan yang rusak parah itu sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua. Ia menuturkan, sudah terjadi sedikitnya enam kecelakaan akibat jalan berlubang di lokasi tersebut.
Baca juga : Memasuki Musim Hujan, DKPP Kabupaten Kediri Imbau Peternak Jaga Kesehatan Ternak
“Kami dan warga sudah berupaya menambal jalan ini dengan koral, tanah, dan semen. Namun, tidak bertahan lama karena banyak kendaraan besar melintas di jalur ini,” ujarnya, Senin (3/11/2025).
Manon berharap Pemkab Kediri maupun Pemprov Jawa Timur segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut agar tidak menimbulkan korban jiwa.
“Harapan kami, pemerintah bisa segera memperbaiki sebelum ada korban lebih banyak lagi,” tambahnya.
Ia juga menuturkan, risiko kecelakaan meningkat pada malam hari karena minim penerangan. Oleh sebab itu, warga menempelkan stiker reflektif pada tanda kotak agar mudah terlihat oleh pengendara di malam hari.
Baca juga : Pemkot Kediri Tinjau Lokasi Pengembangan Urban Farming di Kecamatan Pesantren
“Tujuannya supaya pengendara bisa melihat dari jauh dan menghindari lubang maut ini,” pungkasnya.***
Reporter: Bakti Prasetyo
Editor : Hadiyin





