KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Semarak budaya mewarnai Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri dengan suksesnya pelaksanaan Festival Sendratari Dewi Songgolangit bertajuk “Kediri Battle Culture Art #6” pada Sabtu (28/6/2025).
Festival ini menjadi pembuka meriah rangkaian kegiatan Kecamatan Mojoroto menuju Pasar Rakyat yang akan digelar di Lapangan Mojoroto pada 5 Juli 2025 mendatang.
Acara Festival Sendratari Dewi Songgolangit berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Mojoroto, menghadirkan 8 grup jaranan terdaftar dari 3 kecamatan di Kota Kediri yang tampil di dua sesi yakni pukul 09.00–16.30 WIB dan 19.00–20.30 WIB.
Para peserta merupakan kelompok seni tari anak dan remaja di bawah usia 18 tahun dengan porsi 50% dan dewasa 50% dari total jumlah peserta.
Cabor Barongsai Kota Kediri Raih Juara Umum di Debut Porprov Jatim IX 2025
Camat Mojoroto, Bambang Tri Lasmono, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan penggiat seni yang turut menyukseskan festival ini.
“Festival Sendratari Dewi Songgolangit bukan hanya ajang lomba, tetapi juga sarana edukasi, dan nguri – nguri budaya yang mengangkat cerita rakyat / folklor (Dewi songgolangit) yang menjadi cikal bakal kesenian jaranan yang merakyat dan melegenda di Kediri sekaligus memperkenalkan kesenian lokal kepada generasi muda. Ini menjadi langkah penting sebelum puncak acara Pasar Rakyat pada 5 Juli mendatang,” ujarnya.
Menurut Bambang, festival ini mendukung visi dan misi Wali Kota Kediri, terutama pada program D’CITO (Kediri City Tourism) yang menekankan penguatan identitas budaya lokal sebagai daya tarik wisata.
Legenda Dewi Songgolangit yang diangkat dalam festival sarat pesan moral, sejarah, dan kebanggaan tradisi Kediri.
Temukan Ketentraman di Gunung Bokong, Spot Sunrise Tersembunyi di Batu
Dengan suksesnya Festival Sendratari Dewi Songgolangit sebagai pembuka, Kecamatan Mojoroto untuk terus mendukung pengembangan seni dan budaya, serta menyukseskan Pasar Rakyat yang akan digelar pada 5 Juli 2025 sebagai puncak rangkaian kegiatan budaya tahun ini.
Putra Brawijaya, dari kecamatan kota Kediri salah satu grup peserta yang tampil pertama
merasa senang.
“Acara ini untuk membuka wawasan budaya khususnya seni kepada generasi muda agar seni budaya di kota Kediri tidak lenkang oleh waktu,”katanya
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





