KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Cuaca panas di musim kemarau tak selalu menjadi berkah bagi para penjual minuman segar.
Hal itu dirasakan langsung oleh Niko, penjual es kelapa muda yang mangkal di Jl. Teuku Umar Ngadirejo Kecamatan kota Kediri.
Niko menjelaskan bahwa penjualan es kelapa muda sangat dipengaruhi oleh situasi dan momen tertentu.
Meski musim kemarau identik dengan haus dan dahaga, namun tingkat penjualan tidak selalu stabil.
Al Izzah Kota Batu Gelar MPPLS, 397 Santri Baru Dibekali Pendidikan Karakter
“Kalau lagi ramai bisa sampai 50 buah kelapa muda habis dalam sehari. Tapi kadang sepi, cuma laku 20 buah. Tergantung bulan dan suasana,” ujarnya Sabtu (19/7/2025).
Menurut Niko, es kelapa muda di kiosnya sangat ramai ketika bulan Ramadhan dan idul Fitri hal ini membuatnya harus pandai-pandai mengatur stok.
“Kalau salah prediksi, bisa rugi. Sebab buah Kelapa nggak bisa disimpan terlalu lama,” jelasnya.
Meski demikian, ia tetap bersyukur masih bisa bertahan dengan usaha kecilnya tersebut.
Es kelapa muda buatannya dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp5.000 per gelas, dan tetap diminati karena kesegarannya.
Di tengah cuaca yang kian panas, Niko berharap agar musim kemarau mendatangkan rezeki yang lebih stabil.
“Semoga saja makin banyak orang cari yang segar-segar. Tapi ya kembali lagi mas rezeki sudah ada yang ngatur,” pungkasnya.
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Shadintq Aulia






