LINGKARWILIS.COM – Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Sabtu (6/9/2025), tak hanya menghadirkan kemeriahan.
Karnaval yang diikuti 51 peserta itu juga menjadi media pembelajaran kebangsaan, terutama bagi siswa-siswi SDN 2 Wonojoyo yang tampil dengan busana adat dari berbagai daerah.
Dengan penuh semangat, para siswa SDN 2 Wonojoyo memperagakan ragam pakaian tradisional mulai dari Jawa, Bali, Sumatera, hingga Papua.
Penampilan tersebut tidak hanya menghibur penonton, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang persatuan dalam keberagaman.
Polres Malang Tetapkan 13 Tersangka Kasus Pengrusakan Pos Polisi dan Kantor Polsek
Salah satu guru pendamping, Heny Susanawati, menegaskan bahwa keikutsertaan siswanya bukan hanya sekadar meramaikan acara, melainkan juga menanamkan nilai kebangsaan sejak dini.
“Kami SDN 2 Wonojoyo berpartisipasi untuk menyemarkan karnaval di Desa Wonojoyo,” ujarnya.
Heny menambahkan, lewat busana adat yang dikenakan, anak-anak belajar langsung tentang kekayaan budaya nusantara.
“Anak-anak siswa ada yang memakai pakaian adat Jawa, Bali, Sumatera, hingga Papua. Dengan begitu anak-anak bisa mengenal budaya bangsa sejak dini,” jelasnya.
Polres Jombang Grebek Dua Lokasi, Ratusan Botol Miras Ilegal Disita
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pakaian adat bukan sekadar atribut karnaval. Ada nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalamnya.
“Kami berharap anak-anak bisa belajar tentang budaya bangsa. Persatuan dan keberagaman adalah sejati Indonesia,” pungkasnya.
Dengan demikian, karnaval di Desa Wonojoyo tidak hanya menjadi tontonan, melainkan juga tuntunan bagi generasi muda dalam memahami arti penting persatuan, budaya, dan nasionalisme.
Reporter :Suprapto
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





