Jombang, LINGKARWILIS.COM — Memasuki tahun 2026, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jombang melakukan evaluasi menyeluruh atas kinerja organisasi sepanjang 2025. Refleksi ini dijadikan landasan untuk menyusun langkah strategis ke depan dengan fokus utama pada peningkatan kesejahteraan petani.
Selama 2025, HKTI Jombang memprioritaskan penguatan internal organisasi serta memperluas kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut diarahkan pada pemberdayaan petani, khususnya yang berada di kawasan desa hutan, melalui pengembangan komoditas alternatif dan penguatan akses terhadap sarana produksi pertanian.
“Tahun 2025 kami jadikan momentum konsolidasi dan kolaborasi. Kami mendorong petani desa hutan menanam sorgum, sekaligus memfasilitasi kerja sama dengan pengusaha pembibitan jagung agar petani memperoleh bantuan benih. Target kami bukan hanya meningkatkan hasil panen, tetapi menciptakan nilai tambah yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani, baik pemilik lahan maupun buruh tani,” ujar Sekretaris HKTI Kabupaten Jombang, Hasan Sholahudin, Senin (5/1).
Baca juga : Kelompok Tani di Jombang Terima Bantuan Alsintan untuk Perkuat Produksi Pangan
Sejumlah capaian berhasil dicatat sepanjang tahun lalu. Di antaranya pendampingan intensif petani desa hutan, advokasi harga komoditas dan akses pasar, pelaksanaan sekolah lapang teknis budidaya sorgum, serta pengawalan penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian RI kepada kelompok tani.
Meski demikian, HKTI mengakui masih terdapat berbagai tantangan yang memerlukan perhatian serius. Persoalan permodalan usaha tani, fluktuasi harga sarana produksi, serta alih fungsi lahan pertanian produktif masih menjadi pekerjaan rumah. Selain itu, proses regenerasi petani muda dinilai belum berjalan optimal.
“Masih ada kesenjangan antara petani yang sudah maju dengan petani yang masih bertahan dengan pola konvensional. Visi ‘untuk semua’ menuntut pendekatan yang lebih inklusif dan menyentuh langsung kebutuhan petani di lapangan,” tambah Hasan.
Berangkat dari hasil evaluasi tersebut, HKTI Jombang menetapkan sejumlah agenda prioritas pada 2026. Salah satunya adalah peluncuran program Petani Muda Wirausaha yang dirancang untuk menarik minat generasi muda melalui pendampingan komprehensif, mulai dari penerapan teknologi pertanian modern hingga penguatan pemasaran digital dan kewirausahaan.
Baca juga : Selama 2025, BPBD Jombang Rekam Ratusan Peristiwa Bencana
HKTI juga berencana memperluas kemitraan dengan pihak off-taker guna menjamin kepastian harga serta penyerapan hasil panen petani. Di sisi lain, advokasi perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) akan terus diperkuat melalui sinergi dengan DPRD dan pemerintah daerah.
“Tahun 2026 harus menjadi momentum lompatan. Kesejahteraan petani adalah fondasi ketahanan pangan dan penggerak ekonomi kerakyatan di Jombang. Dengan semangat gotong royong dan adaptasi teknologi, kami optimistis visi ‘Petani Jombang Sejahtera untuk Semua’ dapat terwujud,” pungkas Hasan.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





