Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Persediaan beras di Perum Bulog Cabang Tulungagung saat ini telah melampaui 80 ribu ton. Melimpahnya stok tersebut mendorong Bulog untuk menambah kapasitas gudang guna mengoptimalkan penyerapan hasil panen, baik beras maupun jagung.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menyampaikan bahwa pada 2026 pihaknya mendapat target penyerapan sebesar 64 ribu ton gabah setara beras dari petani di wilayah Tulungagung.

Hingga kini, realisasi penyerapan telah mencapai sekitar 47 persen atau setara 30 ribu ton. Dengan capaian tersebut, masih tersisa sekitar 34 ribu ton yang harus dipenuhi untuk mencapai target tahunan.
Baca juga : Hardiknas di Kediri Jadi Ajang Doa Lintas Komunitas, Ndalem Pojok Gaungkan Perdamaian Dunia
“Total stok kami saat ini sudah lebih dari 80 ribu ton, termasuk hasil serapan tahun 2026 sekitar 30 ribu ton. Artinya masih ada sekitar 34 ribu ton yang harus kami kejar,” ujar Yonas, Sabtu (2/5/2026).
Ia menjelaskan, Bulog Tulungagung saat ini mengoperasikan enam gudang milik sendiri yang tersebar di Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek. Selain itu, terdapat enam gudang tambahan yang disewa dari pihak swasta maupun mitra.
Namun, kapasitas 12 gudang tersebut kini telah terisi penuh. Untuk mengantisipasi penambahan stok, Bulog tengah mengajukan penambahan dua gudang sewaan lagi, sehingga totalnya akan menjadi 14 gudang.
“Seluruh gudang yang ada sudah terisi. Kami sedang mengajukan penambahan dua gudang sewaan untuk mendukung penyerapan berikutnya,” jelasnya.
Selain beras, Bulog juga mendapat penugasan untuk menyerap komoditas jagung. Pada 2026, target penyerapan jagung ditetapkan sebesar 11 ribu ton.
Baca juga : APBN Kediri Raya Tumbuh Positif hingga Maret 2026, Sinergi Kemenkeu Dorong Ekonomi Daerah
Sejauh ini, realisasi penyerapan jagung telah mencapai 9 ribu ton atau sekitar 81,82 persen dari target. Komoditas tersebut nantinya akan disalurkan melalui program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Yonas optimistis target penyerapan beras maupun jagung dapat tercapai dalam waktu dekat, seiring berlangsungnya masa panen.
“Kami yakin penyerapan beras akan segera mencapai 100 persen. Untuk jagung, tinggal menunggu masa panen berikutnya. Kesiapan gudang juga akan kami sesuaikan dengan kebutuhan,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





