Blitar, LINGKARWILIS.COM – Dispendukcapil Kota Blitar terus mengintensifkan perekaman KTP elektronik dengan metode jemput bola ke sekolah-sekolah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan remaja yang memasuki usia 17 tahun telah memiliki identitas kependudukan.
Kepala Dispendukcapil Kota Blitar, Wahyudi Eko Surono, menjelaskan bahwa pihaknya mendatangi puluhan sekolah menengah atas dan sederajat guna melakukan perekaman data bagi pelajar usia 16 tahun.
“Perekaman dilakukan lebih awal, sehingga saat genap 17 tahun, mereka sudah memiliki KTP elektronik tanpa harus datang ke kantor,” ujarnya, kemarin.
Dalam proses tersebut, data biometrik seperti sidik jari dan iris mata direkam sebagai bagian dari administrasi kependudukan.
Baca juga : Polsek Kediri Kota Gelar Sapa Pagi, Fokus Pengamanan Lalu Lintas di Jam Sibuk
Berdasarkan data, terdapat 1.071 pelajar yang menjadi sasaran program ini, terdiri dari 573 laki-laki dan sisanya perempuan. Sekolah yang menjadi lokasi perekaman mencakup sekolah negeri maupun swasta di Kota Blitar.
Beberapa di antaranya adalah SMKN 1 Blitar dengan 201 siswa, SMAN 1 Blitar sebanyak 117 siswa, SMAN 2 Blitar 113 siswa, SMAN 4 Blitar 108 siswa, serta SMAN 3 Blitar sebanyak 98 siswa.
Selain itu, perekaman juga dilakukan di madrasah aliyah, sekolah swasta, hingga lembaga pendidikan bagi siswa disabilitas.
Baca juga : DPRD Kota Kediri Dorong Peran Masyarakat Tekan Kekerasan Perempuan dan Anak
Dispendukcapil menargetkan seluruh pelajar yang memasuki usia wajib KTP pada tahun 2026 telah terekam datanya. Upaya ini akan terus dilakukan secara mobile mengingat jumlah remaja yang memasuki usia 17 tahun terus bertambah setiap tahunnya.
“Kami akan terus turun ke sekolah-sekolah agar target perekaman dapat tercapai secara maksimal,” pungkasnya.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin






