Hilirisasi dan Modernisasi Pertanian, Lamongan Jadi Percontohan Nasional Menuju Swasembada Pangan

Hilirisasi dan Modernisasi Pertanian, Lamongan Jadi Percontohan Nasional Menuju Swasembada Pangan
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sekaligus Ad Interim Menteri Pertanian, Bupati Lamongan, serta Wakil Bupati menanam padi di Desa Kebalan Kulon Kecamatan Sekaran melalui Gerakan Tanam Padi.(ist)

Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Kabupaten Lamongan kembali menegaskan perannya sebagai salah satu lumbung pangan utama nasional yang siap mendukung terwujudnya swasembada pangan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Gerakan Tanam Padi di Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan strategis tersebut dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Pertanian sekaligus Pelaksana Tugas Menteri Pertanian, Sudaryono, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, serta Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Dalam sambutannya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pengembangan hilirisasi sektor pertanian. Menurutnya, konsep hilirisasi yang tengah didorong pemerintah tidak hanya menguntungkan pelaku industri di sektor hilir, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi petani sebagai pelaku utama di sektor hulu.

Baca juga :Β Sebanyak 59 ASN Pemkab Kediri dan 12 Personel Polri Jalani Ibadah Haji Tahun 2026

“Ada arahan Bapak Presiden untuk melakukan hilirisasi. Produksi padi di sini sangat baik. Saya senang melihat proses budidayanya sudah modern, mulai dari persemaian menggunakan baki tray, penanaman dengan sistem transplantasi, pemupukan memakai drone, hingga panen menggunakan combine harvester. Hasil panen nantinya diolah dengan baik, disimpan, lalu didistribusikan melalui koperasi,” ujar Rachmat Pambudy.

Ia juga mengapresiasi kesiapan Lamongan yang dinilai telah memiliki ekosistem pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Selain produktivitas yang tinggi, keberadaan koperasi dan kelembagaan ekonomi petani menjadi salah satu kekuatan utama daerah tersebut.

Meski bukan daerah dengan luas lahan pertanian terbesar, Lamongan mampu mempertahankan predikat sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Jawa Timur. Bahkan pada 2025 lalu, Lamongan berhasil melampaui target Luas Tambah Tanam (LTT) yang ditetapkan pemerintah pusat.

Atas capaian tersebut, Wamentan Sudaryono memberikan apresiasi berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, mulai dari combine harvester, traktor, hingga drone pertanian.

Menurut Sudaryono, semangat dan kinerja petani Lamongan layak menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional.

Baca juga :Β Kinerja APBN Kediri Raya Tumbuh Positif, Penerimaan Negara Tembus Rp2,67 Triliun hingga April 2026

“Kunci pertanian agar hasil panen meningkat hanya satu, yakni memperbanyak tanam. Agar bisa menanam lebih banyak, seluruh kebutuhan harus dipenuhi, mulai dari air, pupuk, alat dan mesin pertanian, serta sarana pendukung lainnya. Jika semua tersedia, maka luas tanam meningkat dan hasil panen pun akan bertambah,” tegasnya.

Menanggapi dukungan pemerintah pusat tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan optimistis mampu memenuhi target Luas Tambah Tanam tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 233 ribu hektare.

Menurutnya, Pemkab Lamongan akan memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki, termasuk bantuan sarana dan prasarana pertanian untuk menghadapi tantangan perubahan musim.

“Menghadapi perubahan musim, kami akan mengoptimalkan jaringan irigasi yang ada, memanfaatkan bantuan pompa air, serta terus melakukan perbaikan dan normalisasi saluran irigasi di berbagai wilayah,” ujar bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Selain itu, transformasi menuju pertanian modern akan terus diperluas melalui penerapan teknologi pada berbagai tahapan budidaya.

“Pemerintah terus mendorong penggunaan bibit unggul dan pola tanam yang lebih baik. Proses penanaman, pemupukan hingga pengendalian hama secara bertahap kami transformasikan menggunakan teknologi modern agar produktivitas pertanian semakin meningkat,” pungkasnya.***

Reporter: Suprapto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *