Sebanyak 76 Siswa Resmi Jadi Peserta Didik Sekolah Rakyat Ponorogo, Siap Jalani Pendidikan Berasrama di Madiun

Sebanyak 76 Siswa Resmi Jadi Peserta Didik Sekolah Rakyat Ponorogo, Siap Jalani Pendidikan Berasrama di Madiun
Sejumlah siswa SR Terintegrasi yang akan berasrama di Madiun (Sony)

Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 76 siswa resmi ditetapkan sebagai peserta didik Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo Tahun Ajaran 2026/2027. Surat Keputusan (SK) penetapan diserahkan langsung oleh Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, kepada para peserta didik, Kamis (9/7/2026).

Puluhan siswa tersebut terdiri atas 30 siswa jenjang SMA, 30 siswa SMP, dan 16 siswa SD. Seluruhnya akan mengikuti sistem pendidikan berasrama sebagai bagian dari program Sekolah Rakyat.

Dalam sambutannya, Lisdyarita mengimbau para orang tua agar tidak khawatir melepas putra-putrinya mengikuti pendidikan di asrama. Menurutnya, seluruh peserta didik akan mendapatkan pendampingan dari guru, wali asuh, serta wali asrama selama menjalani proses belajar.

“Saya berharap bapak dan ibu tidak perlu khawatir melepas anak-anaknya belajar di Sekolah Rakyat. Selama berada di asrama mereka akan mendapatkan pengawasan penuh dari wali asuh dan wali asrama sehingga proses pendidikan dan pembentukan karakter dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Baca juga :Β Harga Cabai dan Sayuran di Pasar Legi Ponorogo Turun, Pasokan Melimpah Tekan Harga

Lisdyarita menilai Sekolah Rakyat merupakan peluang besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh akses pendidikan yang berkualitas. Karena itu, ia mengajak masyarakat memberikan dukungan terhadap program tersebut.

“Sekolah Rakyat adalah program yang sangat baik untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan yang sama. Program ini jangan dipandang sebelah mata karena menjadi kesempatan besar bagi mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, salah seorang peserta didik, Sabrina Septianasari, mengaku bersyukur dapat diterima sebagai siswa Sekolah Rakyat. Siswi yang akan menempuh pendidikan di kelas XI SMA tersebut mengaku sebelumnya sempat khawatir tidak bisa melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya.

“Saya sangat bersyukur bisa diterima di Sekolah Rakyat. Sebelumnya saya sempat berpikir tidak bisa melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya. Alhamdulillah sekarang mendapat kesempatan ini,” ungkap Sabrina.

Baca juga :Β Jelang Tahun Ajaran Baru, Toko Alat Tulis di Kediri Diserbu Pembeli, Kunjungan Naik hingga 250 Orang per Hari

Meski untuk sementara harus menjalani pendidikan berasrama di Kota Madiun, Sabrina mengaku siap mengikuti seluruh proses pembelajaran. Ia berharap kesempatan tersebut dapat menambah wawasan sekaligus melatih kemandiriannya.

“InsyaAllah saya siap tinggal di asrama meskipun sementara berada di Madiun. Saya ingin menambah ilmu sekaligus belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri,” tandasnya.***

Reporter : Sony Prasetyo

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *