Tulungagung, LINGKARWILIS.COM β Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SDN 2 Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, hanya menghasilkan dua peserta didik baru. Minimnya jumlah pendaftar diduga dipengaruhi isu yang beredar di masyarakat bahwa sekolah tersebut sudah tidak beroperasi.
Kepala SDN 2 Plandaan, Siti Komariah, mengatakan pihak sekolah telah melakukan berbagai langkah untuk menarik minat calon siswa jauh sebelum pelaksanaan SPMB dimulai. Upaya tersebut dilakukan dengan mengunjungi sejumlah taman kanak-kanak (TK) di sekitar sekolah hingga mendatangi rumah calon peserta didik yang berada di Desa Plandaan.
Menurutnya, sosialisasi telah dilakukan sejak tiga hingga empat bulan sebelum proses penerimaan siswa baru. Pada awalnya terdapat empat calon siswa yang menyatakan akan mendaftar, namun hingga penutupan SPMB hanya dua siswa yang akhirnya resmi bergabung.
“Kami sudah mendatangi TK di sekitar, berkoordinasi dengan kepala sekolah dan guru TK untuk memetakan calon siswa yang rumahnya dekat dengan SD kami. Kami juga mengunjungi ke rumah warga satu per satu,” ujar Siti Komariah, Senin (13/7/2026).
Baca juga :Β PKB Ponorogo Mulai Konsolidasi Internal, Bidik Tambahan Kursi DPRD pada Pemilu 2029
Tak hanya melakukan sosialisasi, para guru juga secara swadaya mengumpulkan iuran untuk memberikan berbagai fasilitas gratis kepada calon siswa yang mendaftar. Bantuan tersebut meliputi seragam sekolah lengkap, sepatu, buku, alat tulis, serta perlengkapan lainnya dengan nilai sekitar Rp450 ribu untuk setiap siswa.
Meski telah melakukan berbagai upaya, hasil penerimaan siswa baru tetap belum sesuai harapan. Siti menduga kondisi tersebut dipicu oleh kabar yang menyebut SDN 2 Plandaan sudah tidak aktif menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Padahal, sekolah tersebut masih beroperasi dan tetap melaksanakan proses pembelajaran seperti biasa, meskipun jumlah siswanya terus menurun sejak 2017.
Saat ini, total peserta didik di SDN 2 Plandaan berjumlah 16 orang yang tersebar di enam tingkat kelas. Rinciannya, kelas 1 diisi dua siswa, kelas 2 dua siswa, kelas 3 dua siswa, kelas 4 empat siswa, kelas 5 tiga siswa, dan kelas 6 sebanyak tiga siswa.
Baca juga :Β Pembangunan Jalan Sirip JLS Tulungagung Ditunda, Proyek Rp20 Miliar Baru Dikerjakan Tahun 2027
Siti menegaskan, keterbatasan jumlah siswa tidak memengaruhi kualitas kegiatan belajar mengajar. Seluruh proses pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku. Berbagai kegiatan ekstrakurikuler juga tetap berjalan, di antaranya Pramuka serta pembelajaran Teknologi Informasi.
Keberadaan kolam renang desa yang berada tepat di depan sekolah juga dinilai menjadi nilai tambah. Pihak sekolah bekerja sama dengan pemerintah desa untuk menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler renang. Melalui kerja sama tersebut, siswa SDN 2 Plandaan memperoleh tarif khusus masuk kolam renang sebesar Rp5 ribu.
“Harapan kami ada kebijakan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung agar kondisi sekolah kami bisa berubah dan kembali mendapatkan banyak siswa,” pungkas Siti.***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





