Tulungagung, LINGKARWILIS.COM β Realisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Timur pada semester pertama 2026 dinilai masih belum optimal. Kabupaten Tulungagung menjadi salah satu daerah dengan tingkat partisipasi yang masih rendah, dengan capaian baru mencapai 29,35 persen dari target yang telah ditetapkan.
Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung, Jairi Irawan, mengatakan pihaknya berupaya mendorong peningkatan capaian program CKG, khususnya di Tulungagung. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Kantor DPD Partai Golkar Tulungagung yang diikuti sekitar 100 warga.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh berbagai layanan pemeriksaan kesehatan, mulai dari pengisian survei kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, kesehatan gigi, mata, pendengaran, hingga tes IVA atau pemeriksaan kanker serviks. Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengawali program CKG di DPD. Nanti kami akan coba kerja sama dengan Dinkes Tulungagung untuk melakukan CKG hingga ke desa-desa,” ujar Jairi Irawan, Senin (13/7/2026).
Baca juga : MPLS di Kabupaten Kediri Berlangsung Tiga Hari, Disdik Tegaskan Tanpa Perpeloncoan
Jairi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur menilai rendahnya capaian CKG perlu menjadi perhatian. Berdasarkan data yang diterimanya, tingkat partisipasi masyarakat Jawa Timur dalam program tersebut masih berada di kisaran 65 persen dari total sasaran penduduk.
Sementara itu, di Kabupaten Tulungagung, capaian CKG baru mencapai 29,35 persen. Angka tersebut masih berada di bawah target semester pertama 2026 yang ditetapkan sebesar 35 persen.
“Karena itu kami meminta dukungan dan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Jawa Timur agar pelaksanaan program CKG bisa lebih maksimal, terutama di daerah pemilihan saya, yaitu Tulungagung dan Blitar,” katanya.
Menurut Jairi, rendahnya partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh masih minimnya pemahaman terhadap program CKG yang tergolong baru. Selain itu, masih banyak warga yang merasa enggan, malu, atau takut menjalani pemeriksaan kesehatan dan baru datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah mengalami sakit.
Baca juga :Β Pasporia di CFD Nganjuk Diserbu Warga, Imigrasi Kediri Layani 29 Permohonan Paspor
Padahal, lanjutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala setidaknya setiap enam bulan sekali sangat penting sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit. Dengan pemeriksaan rutin, potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan medis dapat dilakukan secepat mungkin.
“Kendalanya karena warga enggan, malu bahkan takut untuk CKG. Makanya harus sosialisasi terus-menerus agar masyarakat memiliki pandangan tentang pentingnya kesehatan,” pungkasnya.***
Reporter :Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





