Cegah Bullying hingga Narkoba, Polres Nganjuk Bentuk Satgas Polisi Jogo Sekolah

Cegah Bullying hingga Narkoba, Polres Nganjuk Bentuk Satgas Polisi Jogo Sekolah
Suasana apel Satgas Pre-Emptive Strike Polisi Jogo Sekolah di Lapangan Apel Mapolres Nganjuk. (foto : Humas Polres Nganjuk)

NGANJUK, LINGKARWILIS.COM – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif terus diperkuat Polres Nganjuk. Salah satunya melalui pembentukan Satgas Pre-Emptive Strike dalam program Polisi Jogo Sekolah yang diarahkan untuk mengantisipasi berbagai persoalan yang mengancam pelajar.

Program tersebut menyasar sejumlah potensi gangguan di lingkungan pendidikan, seperti perundungan atau bullying, perjudian online, penyalahgunaan narkoba, hingga kenakalan remaja. Pendekatan pencegahan dan edukasi menjadi fokus utama agar berbagai persoalan dapat diketahui serta ditangani sebelum berkembang lebih jauh.

Pembentukan satgas ditandai dengan Apel Satgas Pre-Emptive Strike Polisi Jogo Sekolah yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Nganjuk, Rabu (4/11/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Bupati Nganjuk, Dr. Trihandy Cahyo Saputro, S.T., yang sekaligus menyampaikan amanat kepada seluruh peserta apel.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., menjelaskan bahwa kehadiran satgas merupakan wujud keseriusan kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada pelajar melalui pengawasan dan pendampingan yang lebih dekat dengan lingkungan sekolah.

Baca juga : Roadshow Film ‘Piye To Kih’ di Nganjuk, Mukidi Bangga Bawa Woko Channel ke Layar Lebar Nasional

Menurutnya, upaya menjaga keamanan dunia pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Diperlukan langkah antisipasi sejak awal melalui komunikasi dan kerja sama yang kuat antara kepolisian dengan seluruh unsur pendidikan.

“Tujuan utama program ini adalah melakukan pencegahan sejak dini. Kami ingin polisi hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga menjadi sahabat dan pelindung bagi para pelajar,” ujar Kapolres Nganjuk.

Ia berharap keberadaan personel kepolisian di sekolah dapat membuat siswa merasa lebih terlindungi dan nyaman dalam menjalankan aktivitas belajar. Dengan demikian, pelajar juga memiliki keberanian untuk melaporkan persoalan yang mereka alami.

Kapolres menegaskan, pelaksanaan program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, jajaran kepolisian, kepala sekolah, tenaga pendidik hingga para siswa.

Personel yang tergabung dalam satgas diharapkan mampu menjalin hubungan positif dengan pelajar. Pendekatan humanis perlu dikedepankan, termasuk mengenali gejala awal munculnya persoalan di sekolah sehingga dapat dilakukan penanganan secara tepat.

Pesan serupa disampaikan Wakil Bupati Nganjuk Dr. Trihandy Cahyo Saputro dalam amanatnya. Ia mengingatkan bahwa sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi lingkungan penting dalam membangun karakter dan mempersiapkan masa depan generasi muda.

Baca juga : Museum Sri Aji Jayabhaya Kediri Dikunjungi 5.000 Orang, Pelajar Mendominasi

Menurutnya, perkembangan zaman menghadirkan tantangan yang semakin beragam bagi kalangan pelajar. Persoalan bullying, judi online, narkoba, serta kenakalan remaja menjadi ancaman yang tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja.

Karena itu, Satgas Pre-Emptive Strike Polisi Jogo Sekolah diharapkan tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum. Lebih dari itu, program tersebut harus menjadi gerakan pencegahan dan pembinaan yang menyentuh langsung kehidupan siswa di lingkungan pendidikan.

Wakil Bupati juga meminta polisi pendamping kelas dan polisi pengawas sekolah menjalankan perannya sebagai figur yang bisa menjadi panutan sekaligus teman berdiskusi bagi siswa. Mereka diharapkan mengutamakan komunikasi persuasif serta bersedia mendengarkan persoalan yang dihadapi anak-anak.

Di sisi lain, kepala sekolah dan guru bimbingan konseling (BK) didorong memperkuat koordinasi dengan kepolisian. Sementara para ketua OSIS diharapkan ikut mengambil peran sebagai penggerak kedisiplinan, ketertiban, dan budaya positif di sekolah.

Apel tersebut turut dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk. Di antaranya Dandim 0810 Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., Kajari Nganjuk Dr. Dino Kriesmiardi, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Negeri Nganjuk Oki Basuki Rachmat, S.H., M.M., M.H., serta Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono, S.Sos.

Hadir pula Kasatpol PP Kabupaten Nganjuk, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Nganjuk, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, serta Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Nganjuk.

Peserta lainnya terdiri atas kepala sekolah dan guru BK dari berbagai sekolah di Kabupaten Nganjuk, personel polisi pendamping kelas, polisi pengawas sekolah, serta para ketua OSIS.

Melalui program Polisi Jogo Sekolah, Polres Nganjuk berharap terjalin kerja sama yang berkesinambungan antara kepolisian, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, serta terbebas dari kekerasan maupun berbagai pengaruh negatif.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menjaga dan mempersiapkan generasi penerus bangsa demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.***

Editor: Muji Hartono

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *