Aset Tanah Milik Koruptor Yakni Mantan Direktur PDAM Tirta Cahya Agung Tulungagung Akan Dilelang, Anda Berminat ?

Aset tanah milik koruptor yakni mantan Direktur PDAM Tirta Cahya Agung Kabupaten Tulungagung, Haryono yang disita Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung akan dilelang.Proses penyitaan aset tanah milik terpidana Haryono yang berlokasi di Desa Waung Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung.(Kejari Tulungagung)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Aset tanah milik koruptor yakni mantan Direktur PDAM Tirta Cahya Agung Kabupaten Tulungagung, Haryono yang disita Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung akan dilelang.

Aset tanah hasil korupsi tersebut berlokasi di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung dengan total luasan lahan seluas 1.484 meter persegi.

Kasi Intelejen, Kejari Tulungagung, Amri Rahmanto Sayekti mengatakan lelang aset tanah hasil korupsi ini merupakan upaya pengembalian kerugian negara atas kasus korupsi yang dilakukan terpidana Haryono.

Ancang-Ancang, Para Caleg di Kediri Siap Kampanye Mulai 28 November

“Mulai Jumat (10/11/2023) kemarin asetnya sudah resmi kami sita dan dikuasai negara sebagai bentuk upaya pengembalian kerugian negara,” kata Amri Rahmanto Sayekti, Senin (13/11/2023).

Atas kasus yang menjeratnya, ungkap Amri, negara terpaksa mengalami kerugian senilai Rp 478 juta yang mana sudah dibayarkan senilai Rp 120 juta dan menyisakan hutang senilai Rp 358 juta dan aset tanah tersebut dilelang untuk membayar uang pengganti kerugian negara.

Diketahui, terpidana Haryono sendiri terjerat kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) dana penyertaan modal Pemda perihal program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Astagfirullah, Kakek 68 Tahun di Trenggalek Cabuli Siswi SD, Pakai Iming-Iming Jajan, Begini Ceritanya  

Proyek tersebut direalisasikan dalam 15 kontrak pengerjaan pengadaan dan pemasangan pipa di PDAM Tulungagung.

“Pengadaan itu tahun anggaran 2016 sampai 2018 silam, total ada 18 titik proyek yang ditemukan bermasalah, dengan nilai proyek antara Rp 120-160 juta per titik,” ungkapnya.

Terkait proses lelangnya, jelas Amri, nantinya akan ada tim appraisal yang akan menaksir nilai aset itu, sebelum dilakukan lelang yang mana penilaian aset itu sebagai rujukan untuk menentukan nominal aset pada lelang. Mengingat sampai saat ini, terpidana juga belum melunasi uang pengganti.

Menurut Amri, penyitaan aset ini merupakan upaya yang tepat untuk melunasi kerugian negara atas kasus korupsi yang menjerat terpidana Haryono.

Diketahui proses eksekusi sebidang tanah tersebut melibatkan Kasi Pidsus, Kasi Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan.

“Dikarenakan uang pengganti belum dibayarkan, maka hasil lelang dari aset itu akan digunakan untuk membayar uang pengganti yang dibebankan kepada terpidana,” pungkasnya.***

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri

Editor : Hadiyin

Leave a Reply