LINGKARWILIS.COM – Jagat media sosial digemparkan dengan beredarnya video live TikTok yang memperlihatkan dua tenaga kesehatan (nakes) di Jombang melakukan siaran langsung saat menjalankan prosedur operasi.
Aksi tersebut memicu kemarahan warganet, banyak yang mengecam tindakan dua nakes itu karena dinilai melanggar etika profesi dan membahayakan privasi serta keselamatan pasien.
Walaupun tidak memperlihatkan wajah pasien, tindakan nakes live Tiktok saat operasi dinilai tidak profesional “Live saat operasi. Operasi nyawa loh taruhannya!!!” tulis salah satu netizen dalam sebuah cuitan di X
Video tersebut pertama kali tersebar pada Jumat, 23 Mei 2025 dan dengan cepat menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman itu, tampak dua pria berseragam medis sedang berada di ruang operasi.
Krisis Kemanusiaan Memburuk, 94 Persen Rumah Sakit di Gaza Rusak atau Hancur
Salah satu nakes diantaranya berinisial K sedang menyapa para penonton TikTok sambil menyebutkan bahwa rekannya R sedang menjahit luka pasca operasi caesar.
“Mas Rizal lagi jahit di belakang gaes, urung mari (belum selesai) gaes. Operasi caesar. Gak papa sambil live, sing penting gak kelihatan pasiennya,” ujar K dalam siaran langsung.
Meski mereka berdalih tidak menampilkan bagian sensitif pasien, wajah pasien tetap terlihat dalam tayangan yang kini telah menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Tak hanya itu, dalam video lain salah satunya terlihat sedang menanggapi komentar warganet sembari tetap sibuk di dalam ruang operasi.
Darul Ulum Rejoso Jombang Gelar Simulasi Manasik Haji, Bekali Santri dengan Praktik Langsung
Komentar pedas pun membanjiri unggahan ulang video tersebut, salah satunya berbunyi:
“Yaa sekolah tinggi-tinggi, mahal-mahal, tapi ya gimana ya… kebawa arus pengin live, nggak bisa nahan diri, nggak tahu tempat, huh.”
Beberapa netizen juga khawatir aksi seperti itu dapat ditiru masyarakat awam. “Jangan dicontoh guys… takutnya ada orang awam yg mempraktekkan, kan bisa bahaya,” tulis pengguna lainnya.
Menanggapi viralnya kejadian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Jombang membenarkan bahwa kedua nakes yang bersangkutan merupakan karyawan RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung.
Direktur RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung, dr Dwi Rizki Wulandari menyatakan bahwa tindakan kedua nakes itu merupakan pelanggaran berat terhadap kode etik profesi dan telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikan secara tidak hormat pada Rabu, 28 Mei 2025.
Meski video tersebut sudah lebih dari seminggu beredar, tayangan ulangnya masih ramai dibagikan dan terus menuai kecaman. Publik mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap disiplin tenaga medis terutama dalam menjaga privasi dan etika saat menjalankan tugas profesional.
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya



