Kediri, LINGKARWILIS.COM – Cuaca panas ekstrem belakangan ini membuat petani cabai di Kabupaten Kediri meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan virus kuning atau pethek.
Penyakit tanaman ini dapat menyebabkan kerugian besar karena menyerang daun hingga batang, membuat tanaman mengering dan buah cabai membusuk. Saat ini, harga cabai rawit di pasaran mencapai Rp 30.000 per kilogram.
Karsono (45), petani asal Kecamatan Ringinrejo, menjelaskan bahwa pengawasan ketat perlu dilakukan sejak awal masa tanam. Menurutnya, virus kuning mulai menyerang saat tanaman berusia sekitar satu bulan, biasanya terlihat dari lipatan daun yang berubah warna menjadi kekuningan.
“Kalau ada satu batang yang mulai menguning, sebaiknya segera dicabut agar tidak menular ke tanaman lain. Penyebarannya cepat sekali karena terbawa angin, jadi perlu disemprot secara rutin,” ujar Karsono.
Baca juga : Sebanyak 11 Sound Horeg Guncang Pawai Budaya Kelurahan Tempurejo, Kota Kediri
Ia menambahkan, pemilihan benih unggul yang tahan terhadap hama dan penyakit menjadi langkah penting untuk mencegah infeksi virus kuning. Dengan demikian, tanaman bisa tumbuh sehat hingga masa panen dan petani terhindar dari kerugian.
“Perawatan tanaman cabai memang harus teliti dan sabar. Pemupukan juga harus disesuaikan dengan kondisi lahan agar hasilnya optimal dan tidak mudah terserang penyakit,” tambahnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





