NGANJUK, LINGKARWILIS.COM — Warga Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, dibuat resah oleh dugaan aksi peracunan hewan ternak yang menyebabkan tujuh ekor sapi milik warga mati secara tiba-tiba. Seorang warga berinisial S yang diduga sebagai pelaku kini telah diamankan aparat kepolisian setelah sebelumnya sempat dikepung warga.
Peristiwa tersebut merugikan empat peternak setempat. Farikah kehilangan empat ekor sapi, sementara Ikram, Mitoyo, dan Soim masing-masing kehilangan satu ekor ternak.
Berdasarkan keterangan warga, sapi-sapi tersebut diduga diracun melalui pakan atau air minum yang telah dicampuri zat berbahaya. Kecurigaan mencuat karena terduga pelaku kerap terlihat mondar-mandir di sekitar kandang sebelum ternak ditemukan mati.
Sapi-sapi yang menjadi korban dilaporkan tiba-tiba ambruk dengan kondisi mata terbuka lebar disertai kejang-kejang. Dalam kondisi panik, pemilik ternak memilih menyembelih sapi yang sekarat agar dagingnya masih dapat dijual ke jagal.
Baca juga : Satpol PP Kabupaten Kediri Tertibkan Pedagang Makanan yang Gunakan Trotoar Jalan Soekarno Hatta Tepus
Namun situasi semakin mencurigakan ketika para pemilik menghubungi blantik lain, justru S yang muncul dan menawar sapi-sapi tersebut dengan harga jauh di bawah pasaran. Karena terdesak, para peternak akhirnya menjual ternaknya.
“Selama tiga bulan terakhir, empat sapi saya mati dengan gejala yang sama. Kejang-kejang dan matanya melotot. Kerugian yang saya alami ditaksir mencapai Rp70 juta,” kata Farikah.
Merasa ada kejanggalan, para korban bersama warga mendatangi rumah kos terduga pelaku. Setelah mendapat tekanan dari warga, S akhirnya mengakui perbuatannya.
Dalam penggeledahan yang dilakukan warga, ditemukan tiga bungkus obat yang diduga kuat digunakan sebagai racun untuk melumpuhkan ternak.
Baca juga : Awal 2026, Harga Durian di Kediri Masih Tinggi karena Panen Raya Belum Datang
“Saya bersama warga menanyakan langsung dan dia mengaku telah meracuni sapi-sapi warga,” ujar Soim, salah satu korban.
Dengan adanya pengakuan serta barang bukti, warga kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polsek Loceret. Saat ini, S telah diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin





