KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Menjelang keberangkatan jamaah haji, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri mengingatkan seluruh calon jamaah untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem di Arab Saudi, yang diperkirakan bisa mencapai lebih dari 45 derajat Celcius selama pelaksanaan ibadah.
Kepala Dinkes Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khatib, menegaskan bahwa cuaca panas menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan haji tahun ini. Oleh karena itu, jamaah diminta menjaga kondisi tubuh dengan baik agar dapat menjalani ibadah secara optimal.
“Cuaca di Arab Saudi bisa sangat ekstrem, terutama panas. Oleh sebab itu, penting bagi jamaah—terutama lansia—untuk menjaga daya tahan tubuh dengan banyak mengonsumsi air putih dan buah-buahan,” terang dr. Khatib.***
Baca juga : Sebanyak 220 Desa di Blitar Ajukan Pencairan Dana Desa Tahap Pertama
Ia juga menyarankan agar jamaah melindungi diri dari paparan langsung sinar matahari dengan memakai lotion anti-UV, topi, kacamata hitam, dan masker. Penggunaan masker juga penting untuk mencegah penularan virus di tengah keramaian.
Masing-masing kloter akan didampingi oleh satu dokter dan sejumlah tenaga medis yang bertugas memantau kondisi kesehatan jamaah selama ibadah berlangsung. Jamaah yang merasakan gejala sakit diminta segera menghubungi tim medis agar penanganan bisa dilakukan secepatnya.
“Jangan abaikan kondisi kesehatan saat berhaji. Hemat energi, jangan terlalu sering keluar dari maktab, dan bila harus keluar, pastikan bersama rombongan. Hindari bepergian sendiri agar tidak tersesat,” imbau dr. Khatib.
Baca juga : Pelunasan Biaya Haji Diperpanjang hingga 25 April, 10 Jamaah Kabupaten Kediri Belum Lunas
Dengan persiapan fisik dan kedisiplinan menjaga kesehatan, diharapkan seluruh jamaah asal Kabupaten Kediri dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan selamat hingga kembali ke tanah air.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






