Daerah  

Idul Adha Semakin Dekat, Harga Hewan Kurban di Tulungagung Masih Stabil, Ini Komentar Pedagang Hewan

Jelang Idul Adha 2024, Harga Hewan Kurban Belum Naik, Penjualan Juga Sepi
Aktivitas perdagangan di PHT Tulungagung menjelang pelaksanaan hari raya Idul Adha 2024 (isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Menjelang Idul Adha 2024, harga hewan ternak di Pasar Hewan Terpadu (PHT) Tulungagung belum mengalami peningkatan yang signifikan. Puncak penjualan hewan ternak diperkirakan akan terjadi seminggu sebelum hari raya.

Menurut Tohari, salah seorang pedagang hewan ternak di PHT Tulungagung, saat ini harga hewan kurban masih stabil dan belum naik.

banner 400x130

“Kalau sekarang masih belum terjadi kenaikan harga, jadi belum terlalu menguntungkan buat para pedagang,” kata Tohari, Minggu (2/6/2024).

Baca juga : Bawaslu Kota Kediri Melantik Semua PKD di Kota Kediri, Kecuali PKD Kelurahan Rejomulyo dan Balowerti, Ini Sebabnya

Saat ini, harga kambing yang dijual hanya naik sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per ekor. Tohari memperkirakan kenaikan harga yang lebih signifikan akan terjadi seminggu menjelang Idul Adha, dengan potensi kenaikan mencapai Rp 350 ribu per ekor.

Saat ini, kambing milik Tohari dijual seharga Rp 3.600.000 per ekor, namun banyak pembeli yang masih melakukan negosiasi harga.

Animo masyarakat untuk membeli hewan kurban saat ini masih rendah, yang juga mempengaruhi harga.
“Kenaikan harga itu tergantung permintaannya, kalau permintaan meningkat, harganya juga meningkat. Kalau saat ini masih belum, ini aja banyak pembeli yang minta nego harga,” pungkasnya.

Baca juga : Bupati Kediri, Mas Dhito Beli Empat Ekor Sapi Jumbo untuk Kurban

Di sisi lain, Yanto, pedagang kambing lainnya, menyebutkan bahwa harga kambing yang dijualnya sudah naik sekitar Rp 200 ribu per ekor. Meski harganya sudah naik, penjualan masih belum ramai. Namun, Yanto optimis bahwa kambing-kambingnya akan ludes terjual mendekati pelaksanaan hari raya Idul Adha 2024.

“Kalau saya harganya sudah dinaikkan, sekitar Rp 200 ribu per ekornya. Kalau penjualan belum ramai, biasanya H-7 baru mulai ramai,” kata Yanto.

Meskipun ada perbedaan dalam kenaikan harga di antara para pedagang, kedua pedagang ini sepakat bahwa puncak penjualan dan peningkatan harga yang signifikan kemungkinan besar akan terjadi menjelang hari raya Idul Adha.***

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *