Jombang, LINGKARWILIS.COM – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi pelaku usaha pembuatan piala di Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang, untuk meningkatkan produksi.
Salah satunya dirasakan Cahya Setya Trophy yang dikelola Rio Febrian. Memasuki Agustus 2026, usaha tersebut mengalami peningkatan pesanan cukup signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Rio menyebut permintaan piala selama momentum perayaan kemerdekaan tahun ini meningkat hingga dua kali lipat atau sekitar 200 persen. Lonjakan tersebut terjadi seiring banyaknya kegiatan perlombaan yang digelar masyarakat untuk memeriahkan bulan kemerdekaan.
“Alhamdulillah, untuk bulan Agustus tahun ini sudah mulai terlihat kenaikan jumlah pemesanan. Dibandingkan bulan-bulan sebelum Agustus, kenaikannya sekitar dua kali lipat,” ujar Rio saat ditemui di tempat usahanya, Sabtu (8/8/2026) sore.
Baca juga : Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Brantas Jombang, Diduga Meninggal Sepekan
Pada hari biasa, pesanan piala di tempatnya berkisar antara 500 hingga 1.000 unit per hari. Namun, memasuki bulan Agustus, permintaan meningkat menjadi sekitar 1.500 hingga 2.500 piala setiap harinya.
Tingginya permintaan tersebut membuat aktivitas produksi semakin padat. Bahkan, para pekerja harus menambah jam kerja atau lembur untuk memenuhi pesanan yang datang dari berbagai daerah.
“Dalam sehari, mampu memproduksi sekitar 3.000 hingga 5.000 piala. Rata-rata pesanan datang dari berbagai daerah. Karena banyaknya pesanan, para pekerja di sini biasanya sampai kerja lembur,” jelasnya.
Menurut Rio, piala berukuran kecil menjadi salah satu produk yang paling banyak diminati selama perayaan HUT Kemerdekaan RI. Piala jenis tersebut biasanya digunakan sebagai hadiah perlombaan di tingkat RT, RW hingga kelurahan.
Selain piala kecil, piala berbahan marmer juga cukup banyak dipesan. Sementara piala berukuran besar umumnya digunakan untuk penghargaan dalam perlombaan tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Baca juga : Dua Hari Tak Pulang, Warga Ringinrejo Kediri Ditemukan Meninggal di Kolam Ikan Koi Blitar
“Yang paling banyak diminati itu piala ukuran kecil dan piala marmer. Biasanya yang kecil dipakai untuk lomba tingkat RT, RW sampai kelurahan, sedangkan yang besar untuk tingkat kecamatan hingga kabupaten,” katanya.
Tak hanya piala, Cahya Setya Trophy juga melayani pembuatan berbagai aksesori penghargaan, seperti pin dan bros bertema kemerdekaan. Permintaan terhadap produk tersebut turut mengalami peningkatan selama Agustus.
Untuk harga, Rio menyebut produk yang dibuat memiliki rentang harga cukup beragam, tergantung ukuran dan jenis material yang digunakan. Piala dengan harga paling murah dibanderol mulai di atas Rp10 ribu per unit.
Sedangkan untuk piala berukuran jumbo dengan tinggi mencapai sekitar dua meter, harganya bisa menembus Rp1,5 juta per unit.
“Untuk piala termurah dibanderol mulai di atas Rp10 ribu per buah, sedangkan piala berukuran jumbo dengan tinggi sekitar dua meter dijual hingga Rp1,5 juta per unit,” ungkapnya.
Menariknya, pasar Cahya Setya Trophy tidak hanya berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk piala dan aksesori penghargaan yang dibuat juga telah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.
Rio mengatakan, pesanan bahkan pernah datang dari wilayah paling barat hingga paling timur Indonesia, termasuk Aceh dan Papua.
“Alhamdulillah, pengiriman kami sudah hampir ke seluruh Indonesia. Ada yang dari Aceh dan Papua juga sudah pernah kami kirim,” pungkasnya.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin





