Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Duka masih menyelimuti keluarga dan warga Perumahan Made Great Residence, Kelurahan Made, Kecamatan Lamongan, setelah Jumbrik (52), salah satu korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8, akhirnya dipulangkan ke rumah duka.
Di lingkungan tempat tinggalnya di Blok D1 No. 10, RT 001/RW 012, Jumbrik dikenang bukan sekadar sebagai seorang pekerja kapal. Di mata para tetangga, ia merupakan pribadi yang ramah, mudah bergaul dan memiliki kepedulian terhadap berbagai kegiatan di lingkungan sekitar.
Kesibukannya sebagai awak kapal membuat Jumbrik harus cukup sering meninggalkan rumah untuk menjalankan tugas pelayaran. Namun, ketika sedang berada di rumah, ia disebut selalu menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan warga.
Tidak hanya dalam kegiatan kemasyarakatan, almarhum juga aktif memberikan dukungan terhadap aktivitas sosial dan keagamaan. Salah satunya melalui keterlibatan dalam kegiatan di Masjid Darush Shofa yang berada di lingkungan perumahan.
Baca juga : Perempuan Muda Laporkan Dugaan Pengeroyokan di Kafe Lamongan, Mengaku Masih Trauma
Salah seorang tetangga, Hanif, menuturkan bahwa Jumbrik dikenal sebagai sosok yang tidak sungkan berbaur dengan warga. Selama tidak sedang menjalankan tugas di kapal, almarhum kerap hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat.
“Almarhum Pak Jumbrik ketika di perumahan, pas waktu tidak tugas bekerja di kapal laut, berbaur dengan masyarakat dengan baik. Ikut kegiatan-kegiatan warga dan juga ikut kegiatan keagamaan di Masjid Darush Shofa,” kata Hanif.
Menurut Hanif, kepedulian Jumbrik terhadap lingkungan juga ditunjukkan melalui dukungannya terhadap kegiatan sosial yang diselenggarakan warga. Almarhum bahkan rutin memberikan bantuan untuk kegiatan masjid serta turut berpartisipasi dalam ibadah kurban.
“Beliau bantu shodaqah masjid dan ikut kurban Idul Adha. Almarhum semasa hidupnya berbaur dengan masyarakat ketika tinggal di perumahan,” ujarnya.
Sosok Jumbrik semakin dikenang warga karena meski pekerjaannya mengharuskannya lebih banyak berada di laut, ia tetap berusaha menjaga hubungan baik dengan masyarakat ketika berada di rumah.
Baca juga : Istri Gerebek Suami Bersama Wanita Lain di Perumahan BBR Lamongan, Kasus Dilimpahkan ke Unit PPA
Jumbrik sendiri merupakan awak buah kapal (ABK) KMP Virgo Transport 8 yang melayani pelayaran rute Surabaya-Banjarmasin. Dalam kapal tersebut, ia mengemban tugas sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM).
Namanya kemudian tercatat sebagai salah satu korban dalam musibah tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan.
Setelah melalui proses pencarian dan identifikasi, jenazah Jumbrik akhirnya berhasil dikenali oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Jenazah kemudian dipulangkan ke Kabupaten Lamongan untuk diserahkan kepada keluarga.
Kedatangan jenazah di rumah duka disambut isak tangis keluarga dan kerabat. Setelah prosesi penghormatan terakhir, almarhum kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Sawu, Desa Sumberejo, Kecamatan Lamongan.
Bagi keluarga, kepergian Jumbrik tentu meninggalkan duka yang mendalam. Sementara bagi warga di lingkungan perumahan, kenangan tentang sosok yang ramah, mudah bergaul dan peduli terhadap sesama akan menjadi bagian yang sulit dilupakan.***
Reporter : Suprapto
Editor : Hadiyin






Response (1)