Jurnalis Blitar Gelar Aksi Damai, Desak Presiden Minta Maaf atas Pernyataan “Londo Ireng”

Jurnalis Blitar Gelar Aksi Damai, Desak Presiden Minta Maaf atas Pernyataan "Londo Ireng"
Jurnalis Blitar Gelar Aksi Damai, Desak Presiden Minta Maaf atas Pernyataan "Londo Ireng" (Aziz)

BLITAR, LingkarWilis.com – Sejumlah jurnalis dari berbagai organisasi profesi di Blitar menggelar aksi damai sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut wartawan sebagai “Londo Ireng”. Para peserta aksi menilai pernyataan tersebut merendahkan martabat profesi jurnalis.

Aksi berlangsung di depan Patung Bung Karno atau kawasan Herlingga, Kota Blitar, Selasa (28/7/2026). Puluhan wartawan yang tergabung dalam AJI, PWI, dan IJTI Blitar Raya berkumpul untuk menyampaikan aspirasi secara damai.

Dalam aksi tersebut, para jurnalis mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol keprihatinan. Mereka juga membentangkan spanduk, membagikan brosur kepada masyarakat, mencopot kartu pers sebagai bentuk protes simbolis, serta menandatangani petisi yang rencananya akan disampaikan kepada Presiden.

Massa aksi mendesak Presiden mencabut pernyataannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka karena dinilai mencederai profesi jurnalis yang dilindungi oleh undang-undang.

Baca juga :Β Simpan Dua Paket Sabu di Kamar Kos, Pria Asal Kota Kediri Ditangkap Satresnarkoba Polres Nganjuk

Sekretaris IJTI Blitar Raya, Winanto, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan ditujukan untuk memusuhi pemerintah, melainkan sebagai upaya menjaga martabat profesi pers.

“Ini bukan berarti kami memusuhi pemerintah. Tetapi setidaknya menjaga martabat dan harga diri jurnalis yang dilindungi undang-undang. Pers adalah salah satu pilar demokrasi, itu yang harus dicamkan,” ujarnya.

Winanto menambahkan, jurnalis memiliki peran penting sebagai pelaksana fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan dan berbagai kebijakan publik. Karena itu, menurutnya, pernyataan yang dinilai menyudutkan profesi wartawan perlu segera diklarifikasi.

Selain mendesak Presiden menyampaikan permintaan maaf, para jurnalis juga mengajak insan pers untuk tetap menjalankan tugas secara profesional dengan berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik.

“Harus ada klarifikasi,” tegas Winanto.

Baca juga :Β BPBD Kabupaten Kediri Siapkan Tangki Air dan Petakan Wilayah Rawan Kekeringan Selama Musim Kemarau

Aksi damai yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut mendapat pengamanan dari aparat kepolisian. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan kondusif.***

Reporter: Aziz Wahyudi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *