ROMA, LINGKARWILIS.COM – Koalisi Freedom Flotilla (FFC) mengumumkan rencana pelayaran kapal bantuan kemanusiaan bernama Handala yang dijadwalkan berangkat dari Italia pada 13 Juli 2025. Kapal ini akan membawa bantuan bagi warga Gaza sekaligus menyuarakan penolakan terhadap blokade Israel yang dianggap ilegal oleh komunitas internasional.
Dalam pernyataannya pada Minggu (7/7), FFC menegaskan bahwa misi ini bukan hanya tentang distribusi logistik, melainkan juga bentuk nyata solidaritas global terhadap penderitaan warga Gaza yang menghadapi serangan udara, kelaparan, dan kehancuran infrastruktur.
“Kami membawa harapan, bukan senjata. Kami mewakili suara mereka yang menolak bungkam saat rakyat Gaza dihancurkan,” tulis FFC, dikutip dari Quds News.
Pelayaran Handala dilakukan hanya beberapa pekan setelah kapal Madleen disergap secara paksa oleh militer Israel. Dalam insiden tersebut, 12 warga sipil termasuk anggota parlemen Eropa, jurnalis, dan aktivis hak asasi manusia ditangkap tanpa izin, dibawa ke Israel, diinterogasi, disiksa, dan kemudian dideportasi.
Baca juga : Serangan Israel Terus Berlanjut, 92 Warga Palestina Tewas di Gaza Sejak Kamis Pagi
“Kejahatan mereka hanyalah membawa makanan, obat-obatan, dan rasa kemanusiaan kepada rakyat Palestina yang terkepung,” ujar FFC.
Handala merupakan bagian dari jaringan internasional Freedom Flotilla Coalition, yang sejak 2010 telah mengorganisasi pelayaran menentang blokade Gaza. Kali ini, kapal akan diawaki oleh tenaga medis sukarela, jurnalis, pengacara, dan aktivis lintas negara.
FFC menegaskan bahwa mereka bukan perwakilan negara, melainkan gerakan masyarakat sipil global yang bertindak karena lembaga-lembaga resmi dianggap gagal menjalankan tanggung jawab moral dan kemanusiaan.
Nama Handala sendiri diambil dari karakter ikonik karya seniman Palestina Naji al-Ali—seorang anak pengungsi berusia 10 tahun yang melambangkan perlawanan, penolakan terhadap ketidakadilan, dan harapan akan kemerdekaan Palestina.
Baca juga : Hamas Serukan Mobilisasi Pertahankan Al-Aqsa Menyusul Serbuan Pemukim Israel ke Halaman Masjid
“Kapal ini mengusung semangat Handala, dan semangat anak-anak Gaza yang kehilangan hak untuk hidup dengan aman dan bermartabat,” tegas FFC.
Selama 2023 dan 2024, Handala telah mengunjungi sejumlah pelabuhan di Eropa dan Inggris dalam rangkaian misi edukasi politik, pertunjukan seni, serta kampanye kesadaran publik mengenai situasi di Palestina.
Freedom Flotilla berharap pelayaran kali ini tidak hanya mengantarkan bantuan, tetapi juga menggugah kesadaran dunia untuk berdiri di sisi keadilan dan kemanusiaan.***
Editor: Hadiyin





