GAZA, LINGKARWILIS.COM – Ketua Tim Medis Darurat MER-C ke-8, dr. Tonggo Meaty Fransisca, melaporkan langsung dari Wisma dr. Joserizal Jurnalis di Bayt Lahiya bahwa situasi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk. Ia menggambarkan penderitaan warga yang kian dalam di tengah gempuran serangan udara Israel yang tak kunjung henti.
Dilansir dari laman Minanews, dalam konferensi pers virtual dari Jakarta yang digelar Kamis (10/4), dr. Meaty menyatakan bahwa masyarakat Gaza saat ini tidak hanya dihantui ketakutan akan serangan rudal, tetapi juga kehilangan tempat aman untuk berlindung. “Bahkan sekolah dan tenaga medis tak luput dari sasaran,” ujarnya dengan suara bergetar.
Konferensi ini juga dihadiri Ketua Presidium MER-C, Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em., serta Ketua EMT MER-C, dr. Arief Rachman, Sp.Rad. Mereka menyoroti keterbatasan operasional Rumah Sakit Indonesia yang kewalahan menghadapi lonjakan korban luka di tengah krisis pasokan medis dan ancaman serangan tanpa batas.
Baca juga : WHO : 90 Persen Ibu Hamil dan Menyusui di Gaza Derita Gizi Buruk, Akses Medis Sangat Terbatas
“Tim medis di sini bekerja tanpa henti, menggunakan peralatan terbatas di bawah tekanan suara ledakan yang tak pernah reda,” jelas dr. Meaty.
MER-C Indonesia mendesak dihentikannya semua bentuk kekerasan terhadap warga sipil, fasilitas medis, dan tenaga kesehatan di Gaza. Mereka juga menuntut gencatan senjata permanen demi kelancaran proses pemulihan dan pembukaan akses kemanusiaan untuk pengiriman bantuan medis dan logistik penting lainnya.
“Gencatan senjata jangka pendek tidak cukup. Kita butuh solusi jangka panjang untuk menyelamatkan nyawa yang tersisa di Gaza,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, dr. Meaty menyampaikan ucapan terima kasih dari rakyat Gaza atas dukungan masyarakat Indonesia.
Baca juga ” Presiden Prabowo : Indonesia -Turki Harus Jadi Pilar Perdamaian Dunia Islam dan Global South
“Doa dan solidaritas yang terus mengalir dari Tanah Air adalah sumber kekuatan dan harapan bagi warga Gaza. Mereka merasa tidak sendiri,” katanya.
Tim MER-C ke-8 saat ini tengah melanjutkan misi kemanusiaan yang sebelumnya dijalankan oleh tim ke-7 yang telah menyelesaikan tugasnya pada 11 Maret lalu. Selain memberikan layanan medis, mereka juga bertanggung jawab memantau proses rekonstruksi Rumah Sakit Indonesia yang rusak akibat serangan udara.
Hingga saat ini, serangan militer Israel telah menyebabkan ribuan korban jiwa dan luka-luka, serta menghancurkan berbagai infrastruktur sipil di Gaza, termasuk rumah sakit dan sekolah. MER-C telah menurunkan puluhan tenaga medis serta menyalurkan bantuan logistik, obat-obatan, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya untuk mendukung warga yang terdampak.***
Editor : Hadiyin





