JOMBANG, LINGKARWILIS.COM — Sunyi rimba di pelosok Kecamatan Plandaan mendadak terusik, Kamis (8/1/2026) pagi. Deru motor trail memecah keheningan saat rombongan Bupati Jombang Warsubi bersama Wakil Bupati Gus Salman, pimpinan TNI-Polri, serta jajaran perangkat daerah memulai perjalanan menantang menuju Dusun Kedungdendeng, Desa Jipurapah.
Medan ekstrem menjadi tantangan utama. Jalur sempit, licin, dan berisiko tergelincir harus dilalui demi mencapai wilayah paling ujung Kabupaten Jombang yang selama ini terisolasi oleh kondisi geografis. Perjalanan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ikhtiar nyata pemerintah daerah untuk membuka keterisolasian warga perbatasan.
Setibanya di dusun, suasana berubah hangat. Protokoler ditanggalkan, jarak antara pemimpin dan warga seolah lenyap. Bupati Warsubi tampak duduk bersila di lantai rumah warga, menikmati sarapan pagi sederhana sambil menyimak cerita pilu masyarakat yang telah puluhan tahun hidup dalam keterbatasan akses.
Baca juga : Pemkot Kediri Tata Ulang Jalan Stasiun, Arahkan Jadi Kawasan Pedestrian dan Wisata
Warga mengisahkan hasil pertanian yang kerap membusuk karena sulit keluar dusun, hingga kisah warga sakit yang harus ditandu menembus lumpur dan hutan demi mendapatkan pertolongan medis.
Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoro Adi, mengakui bahwa pembangunan infrastruktur di Desa Jipurapah bukan perkara mudah. Kondisi alam dan cuaca menjadi tantangan tersendiri yang menuntut perencanaan matang dan kolaborasi lintas sektor.
“Pembangunan di wilayah tapal batas seperti ini tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Medan berat dan cuaca yang tidak menentu membutuhkan kesiapan teknis dan fisik yang kuat. Karena itu, skema Karya Bhakti menjadi pilihan paling efektif agar pembangunan tetap berjalan,” jelas Bayu.
Dalam upaya memutus isolasi Kedungdendeng, Pemkab Jombang menggandeng TNI dan Polri melalui program Karya Bhakti. Tahap awal pembangunan jalan sepanjang 1,2 kilometer dikerjakan Kodim 0814 Jombang dengan anggaran Rp2 miliar. Pengerjaan selanjutnya akan dilanjutkan Polres Jombang dengan alokasi dana yang sama.
Baca juga : SPPG Palmturi Kemuning Diresmikan, Perkuat Implementasi Program Gizi Nasional di Kota Kediri
Usai sarapan bersama warga, rombongan melanjutkan peninjauan ke titik nol pengecoran jalan. Bagi masyarakat setempat, setiap hamparan beton yang terpasang menjadi simbol harapan baru—agar anak-anak dapat bersekolah tanpa harus bergulat dengan lumpur dan layanan kesehatan tidak lagi terasa begitu jauh.
“Melalui pola Karya Bhakti ini, kami ingin menunjukkan kehadiran nyata pemerintah. Masyarakat di wilayah perbatasan harus merasakan kemajuan yang setara dengan daerah perkotaan,” tegas Bupati Warsubi di sela peninjauan.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin






