Paskah di GKI Jombang, Penuh Sukacita, Penuh Makna

Paskah di GKI Jombang: Penuh Sukacita, Penuh Makna
ibadah juga dimeriahkan dengan pertunjukan dramatisasi puisi dan perjamuan kudus (Agung)

JOMBANG, LINGKARWILIS.COM – Perayaan Paskah di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jombang pada Minggu pagi (20/4/2025) berlangsung semarak dengan rangkaian kegiatan yang menggugah hati. Tak hanya diisi ibadah dan perjamuan kudus, suasana kian hidup dengan kehadiran ratusan jemaat yang mengikuti kegiatan berburu telur Paskah serta pertunjukan dramatisasi puisi.

Sekitar 200 jemaat memadati gereja sejak pagi. Setelah ibadah utama usai, suasana berubah menjadi penuh tawa saat para jemaat dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa, berpartisipasi dalam permainan berburu telur Paskah.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Telur-telur tersebut sebelumnya telah dihias oleh masing-masing jemaat di rumah. Tercatat lebih dari 120 telur hias dikumpulkan dan dijadikan bagian dari permainan simbolik untuk merayakan kebangkitan Kristus.

Baca juga : Tumbang 0-1 dari Persija, Persik Kediri Catat 11 Laga Tanpa Kemenangan

“Iya, ini lucu banget karena kita tukar-tukaran telur hasil hiasan sendiri. Seru sekali,” kata Jessy Nadia Lestari, salah satu jemaat yang antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Kemeriahan tak berhenti di sana. Paskah tahun ini juga disemarakkan oleh penampilan dramatisasi puisi dari para jemaat lintas usia. Pertunjukan ini membawa pesan mendalam tentang kasih Tuhan dan semangat kehidupan baru yang dibagikan dalam bentuk seni yang menyentuh.

Pendeta GKI Jombang, Diah Nooraini Kristianti, menuturkan bahwa tema Paskah tahun ini mengajak jemaat untuk mengingat kembali kebaikan Tuhan dalam hidup mereka.

“Dari ingatan itu, kita belajar percaya dan menjadi kesaksian hidup. Drama tadi menyadarkan kita bahwa hidup tak selalu di puncak, dan dari pengalaman itulah kita diajak peduli terhadap sesama,” jelasnya.

Baca juga : Program “Kencan Sae” Dibuka di Blitar, Target Jangkau 1.000 Jomblo Sepanjang Tahun

Perayaan juga dilengkapi dengan perjamuan kudus, menghadirkan roti dan anggur sebagai lambang pengorbanan Kristus. Pendeta Diah berharap, momen Paskah ini menjadi awal dari semangat baru bagi setiap jemaat untuk terus menjalani kehidupan dengan penuh syukur.

“Telur-telur hias itu menjadi lambang kebahagiaan atas hidup baru yang Tuhan berikan,” pungkasnya.***

Reporter : Agung Pamungkas

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *