Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Jumlah calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Tulungagung yang telah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2026 tercatat melampaui kuota yang tersedia. Akibatnya, sebagian CJH berpotensi mengalami penundaan keberangkatan ke Tanah Suci hingga tahun berikutnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tulungagung, Suryani, menjelaskan bahwa proses pelunasan BPIH telah resmi ditutup pada Januari 2026. Berdasarkan rekapitulasi terakhir, sebanyak 1.196 CJH telah menyelesaikan kewajiban pelunasan dan dinyatakan memenuhi syarat kesehatan (istita’ah) untuk berangkat haji.
“Pelunasan sudah kami tutup. Total ada 1.196 jemaah yang telah melunasi BPIH dan semuanya dinyatakan istita’ah untuk saat ini,” ujar Suryani, Selasa (10/2/2026).
Ia merinci, total biaya penyelenggaraan haji tahun ini mencapai Rp93 juta per jemaah, dengan komponen pelunasan BPIH sebesar Rp33 juta. Dari jumlah CJH yang telah melunasi, mayoritas berada pada rentang usia 60–70 tahun. Selain itu, terdapat sekitar 70 jemaah yang masuk kategori prioritas lansia karena berusia di atas 80 tahun, sementara data lengkap CJH usia muda masih dalam proses rekapitulasi.
Baca juga : Jelang Ramadan hingga Idulfitri, Pemkab Kediri Gelar Gerakan Pangan Murah di 26 Titik
Di tingkat Provinsi Jawa Timur, Kementerian Haji dan Umrah menetapkan kuota sebanyak 42.409 jemaah. Namun, jumlah CJH yang telah melunasi BPIH di Jawa Timur telah melampaui angka tersebut, yakni mencapai lebih dari 43 ribu orang.
“Secara umum, mayoritas CJH berusia 60–70 tahun. Kuota Jawa Timur hanya 42.409 jemaah, sementara yang sudah melunasi BPIH jumlahnya sudah di atas 43 ribu,” jelas Suryani.
Dengan kondisi tersebut, Suryani memastikan akan ada sebagian CJH yang keberangkatannya ditunda hingga tahun 2027. Penentuan penundaan akan didasarkan pada nomor antrean jemaah, di mana mereka yang berada di urutan terakhir berpotensi tidak berangkat pada musim haji 2026.
Pemberangkatan jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai 21 April 2026. Hingga kini, pembagian kelompok terbang (kloter) untuk masing-masing daerah belum ditetapkan. Meski demikian, Suryani memperkirakan Tulungagung kemungkinan masuk kloter terakhir, yakni kloter 103, mengingat pada musim haji 2025 daerah ini masuk kloter pertama.
Baca juga : Pemkab Kediri Beri Perpanjangan Waktu Kedua, Penyelesaian Pasar Ngadiluwih Ditarget 21 Maret
“Tahun lalu Tulungagung berangkat di kloter awal, sehingga besar kemungkinan tahun ini akan berada di kloter terakhir,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin






