Pemkot Blitar Pentaskan Drama Kolosal PETA, Kobarkan Semangat Patriotisme

Pemkot Blitar Pentaskan Drama Kolosal PETA, Kobarkan Semangat Patriotisme
Suasana pentas drama kolosal pemberontakan tentara PETA pada Sabtu malam, (14/2/2026).

Blitar, LINGKARWILIS.COM – Nuansa heroik menyelimuti Halaman Monumen Daidan PETA Kota Blitar, Sabtu malam (14/2/2026). Seruan “Merdeka” bergema saat Pemerintah Kota Blitar menggelar drama kolosal dalam rangka peringatan Hari Cinta Tanah Air.

Pertunjukan dikemas dalam bentuk sendratari dan musik perjuangan bertajuk “Alap-Alap Daidan PETA Blitar”. Pementasan ini menjadi refleksi sejarah sekaligus penghormatan atas peristiwa pemberontakan Tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar melawan penjajahan Jepang.

Drama kolosal tersebut mengangkat kisah heroik Shodancho Supriyadi bersama pasukan PETA yang melakukan perlawanan terhadap tentara Jepang. Ribuan warga dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua, memadati lokasi dan mengikuti jalannya pertunjukan dengan antusias.

Baca juga : Pemkab Kediri Perkuat Transparansi Layanan Informasi Desa Gadungan

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan para seniman yang terlibat. Ia menegaskan bahwa 14 Februari merupakan momentum penting dalam sejarah perjuangan bangsa, khususnya bagi masyarakat Blitar. Peristiwa pemberontakan PETA, menurutnya, menjadi kebanggaan daerah karena mencerminkan kuatnya semangat patriotisme yang tumbuh saat itu.

Ia juga berpesan kepada generasi muda agar mampu mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif serta siap menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Perjuangan generasi muda saat ini tentu berbeda dengan masa Shodanco Supriyadi. Kita harus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Negara masih membutuhkan kontribusi anak-anak muda,” ujarnya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Sosial dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar bekerja sama dengan Dewan Kebudayaan dan Kesenian Kota Blitar. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan sejarah dan budaya lokal.

Baca juga : Ribuan Penerima PBI-JK di Kota Blitar Dinonaktifkan

Plt Kepala Dinas Sosial Kota Blitar, Yudha Budiono, menyebut kegiatan ini menjadi ruang ekspresi masyarakat untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan melalui pendekatan seni budaya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut mendukung terselenggaranya acara.

Pementasan melibatkan pelajar serta seniman lokal dan turut menggerakkan pedagang kaki lima di sekitar lokasi. Ratusan warga tampak bertahan menyaksikan pertunjukan hingga selesai meski sempat diguyur gerimis dan kondisi area sedikit basah.

Salah seorang penonton, Laila, mengaku terkesan dengan sajian drama tersebut. Menurutnya, kegiatan itu tidak sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.

Melalui peringatan Hari Cinta Tanah Air ini, Pemerintah Kota Blitar berharap nilai perjuangan, nasionalisme, dan patriotisme para pejuang PETA terus terjaga serta menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam mengisi dan mempertahankan kemerdekaan.***

Reporter : Aziz Wahyudi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *