Perseta 1970 Tulungagung Terhenti di 32 Besar Liga 4 Jatim, Ini Penjelasan Askab PSSI

Perseta 1970 Tulungagung Gagal Masuk 16 Besar Liga 4 Jawa Timur, Begini Respon Askab PSSI
Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Tulungagung, Ahmad Baharudin saat memberikan pernyataan terkait kegagalan tim Perseta 1970 untuk masuk dalam 16 besar Liga 4 Jawa Timur (isa)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Langkah Perseta 1970 Tulungagung harus terhenti pada babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur setelah menelan dua kekalahan beruntun pada laga penentuan. Gagalnya Perseta melaju ke babak 16 besar tak lepas dari absennya pemain kunci Firman Nugraha yang mengalami cedera serius.

Firman Nugraha diketahui mengalami cedera setelah mendapat tendangan keras dari pemain PS Putra Jaya Pasuruan pada laga sebelumnya. Insiden tersebut berdampak besar terhadap performa dan mental tim Perseta 1970 pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

bayar PBB Kota Kediri

Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengungkapkan bahwa pada laga terakhir melawan Baruna Nusantara Banyuwangi, Perseta harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 1-0. Meski gagal melaju ke fase berikutnya, pihaknya tetap mengapresiasi capaian tim.

Menurut Baharudin, Perseta 1970 sejak awal dibentuk sebagai sarana pembinaan pemain lokal Tulungagung. Mayoritas pemain yang diturunkan merupakan talenta asli daerah yang dinilai telah menunjukkan performa maksimal sepanjang kompetisi.

Baca juga : Pelanggaran Lalu Lintas di Tulungagung Turun Sepanjang 2025, Kelompok Pelajar Masih Mendominasi

“Dengan keterbatasan anggaran yang ada, bisa menembus 32 besar sudah merupakan pencapaian yang cukup baik. Sejak awal tujuan kami memang memberi kesempatan bagi pemain asli Tulungagung untuk berkembang dan berprestasi,” ujar Ahmad Baharudin, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, pada putaran pertama Liga 4 Jawa Timur, skuad Perseta sepenuhnya diisi pemain binaan internal Askab PSSI Tulungagung. Namun menjelang putaran kedua atau babak 32 besar, sejumlah pemain lokal tersebut direkrut oleh klub lain.

Situasi tersebut memaksa manajemen memanfaatkan slot pemain tambahan yang tersedia. Kendati demikian, Askab PSSI Tulungagung kesulitan mendapatkan pemain lokal pengganti, sehingga akhirnya merekrut Firman Nugraha yang berasal dari Kediri.

“Kami kesulitan mencari pemain asli Tulungagung karena banyak yang sudah direkrut tim lain. Akhirnya kami mendatangkan Firman Nugraha untuk memperkuat tim,” jelasnya.

Namun pada laga babak 32 besar melawan PS Putra Jaya Pasuruan, Firman Nugraha mengalami cedera berat akibat tendangan keras pemain lawan. Cedera tersebut membuatnya absen pada dua pertandingan krusial berikutnya.

Baca juga : Empat Bulan Pascakeracunan, SPPG Tanggung Tulungagung Belum Aktif Meski Kantongi SLHS

Baharudin menuturkan, insiden tersebut sangat mempengaruhi kondisi psikologis pemain. Saat kejadian, Firman sempat mengalami kejang dan harus mendapatkan perawatan di ambulans. Hasil pemeriksaan medis kemudian menunjukkan adanya dua tulang rusuk kiri bagian bawah yang mengalami retak.

“Bukan bermaksud menyalahkan pihak tertentu, tetapi kejadian itu memang berdampak besar. Setelah insiden tersebut, mental pemain turun dan permainan tim menjadi lebih berhati-hati serta cenderung pasif,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Firman Nugraha memiliki peran vital sebagai pengatur permainan dan pemimpin di lini belakang maupun lini serang. Ketidakhadirannya dinilai sangat mempengaruhi keseimbangan permainan dan mental bertanding Perseta 1970.

Padahal, secara persiapan tim dinilai cukup matang, seperti terlihat saat menghadapi PS Putra Jaya Pasuruan, di mana Perseta mampu tampil agresif dan menang dengan skor 4-2. Pasca tersingkir dari Liga 4, Askab PSSI Tulungagung kini mengalihkan fokus pada agenda kompetisi internal.

“Jika Firman tidak mengalami cedera, kami optimistis bisa melangkah ke 16 besar. Ke depan kami akan menggelar Piala Bupati Tulungagung, dan juaranya akan menjadi wakil daerah pada Liga 4 Jawa Timur 2026,” pungkas Baharudin.***

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4Dsitus toto