Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Kepolisian Resor Lamongan melakukan penyelidikan atas dugaan kasus keracunan massal yang dialami puluhan warga Dusun Gowa, Desa Pomahanjanggan, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah satu korban dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (19/12/2025).
Dugaan keracunan tersebut diduga berkaitan dengan konsumsi makanan berkat yang dibagikan dalam kegiatan yasinan dan tahlil 40 hari di rumah Hj. NS, yang berlangsung di Dusun Gowa, Desa Pomahanjanggan.
Sejumlah warga yang menyantap makanan tersebut mengeluhkan gejala serupa, seperti sakit perut hebat, pusing, mual, hingga muntah. Menyadari kondisi yang dialami tidak wajar, keluarga korban segera membawa mereka ke puskesmas dan rumah sakit terdekat. Hingga Jumat siang, puluhan warga masih menjalani perawatan intensif di beberapa fasilitas kesehatan di wilayah Lamongan.
Baca juga : Wakil Bupati Kediri Pimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77
Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Rizky Akbar Kurniadi membenarkan adanya laporan dugaan keracunan makanan tersebut. Pihak kepolisian langsung melakukan langkah awal dengan mendatangi lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan saksi.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dengan melakukan olah TKP serta meminta keterangan para saksi. Perkembangan hasil penyelidikan akan kami sampaikan selanjutnya,” ujar AKP Rizky saat dikonfirmasi.
Berdasarkan informasi kepolisian, kegiatan hajatan tersebut sejatinya telah digelar sejak Selasa (16/12/2025). Namun, sebagian warga memilih tidak segera melaporkan kejadian karena merasa sungkan, mengingat pihak penyelenggara hajatan juga tengah berduka.
Baca juga : Bersembunyi di Tanjung Perak, Komplotan Curanmor Lamongan Diringkus Tim Jaka Tingkir
“Mereka merasa tidak enak hati untuk menyampaikan keluhan, hingga akhirnya melapor setelah muncul korban jiwa,” tambahnya.
Salah satu korban, Tatik, yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Turi, menceritakan kondisi yang dialaminya. Ia mengaku mulai merasakan gejala tidak nyaman tak lama setelah mengonsumsi makanan berkat yang dibawa pulang oleh suaminya.
“Setelah makan berkat yang dibawa suami, siangnya langsung mual, pusing, dan mencret,” tuturnya dengan kondisi lemah.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin






