Tulungagung, LINGKARWILIS.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan kacamata baca kepada ratusan warga berusia di atas 40 tahun yang mengalami gangguan penglihatan. Bantuan tersebut diberikan melalui kegiatan bakti sosial (baksos) sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan mata masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, dr. Aris Setiawan, mengatakan kasus gangguan penglihatan seperti hipermetropi atau mata plus masih cukup tinggi di wilayahnya. Selain itu, juga ditemukan banyak kelainan visus, yakni gangguan ketajaman penglihatan pada jarak tertentu.
“Gangguan penglihatan ini terlihat jelas dari hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang saat ini masih berjalan. Mayoritas peserta usia 40 tahun ke atas mengalami mata plus, sementara pada kelompok usia pelajar, khususnya tingkat sekolah dasar, banyak yang mengalami kelainan visus seperti mata minus,” ujar dr. Aris, Jumat (9/1/2026).
Menurutnya, tingginya angka gangguan penglihatan tersebut mendorong berbagai elemen masyarakat untuk peduli dan bekerja sama dengan Dinkes Tulungagung dalam menggelar kegiatan bakti sosial. Salah satu bentuknya adalah pemberian kacamata baca dan kacamata minus bagi warga yang membutuhkan.
Baca juga : Pemkab Kediri Alokasikan Rp 68 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak pada 2026
Untuk tahap saat ini, pendistribusian bantuan difokuskan pada kacamata baca bagi masyarakat berusia 40 tahun ke atas yang mengalami hipermetropi. Kondisi tersebut umumnya menyebabkan penderitanya kesulitan melihat objek jarak dekat, terutama saat membaca tulisan.
“Bakti sosial kali ini difokuskan pada penyaluran kacamata baca untuk penderita mata plus usia 40 tahun ke atas. Sementara untuk kacamata minus, sasarannya usia produktif termasuk pelajar, dan saat ini masih dalam proses,” jelasnya.
Aris menambahkan, penerima bantuan kacamata diusulkan berdasarkan data pasien dari masing-masing puskesmas di Kabupaten Tulungagung, yang dihimpun melalui hasil pemeriksaan CKG. Pada tahap ini, sebanyak 232 warga menjadi sasaran penerima kacamata baca gratis.
Ia berharap, bantuan tersebut dapat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti membaca, mengaji, maupun kegiatan lain yang membutuhkan ketajaman penglihatan jarak dekat.
“Dengan adanya kacamata baca ini, diharapkan masyarakat yang mengalami mata plus akibat faktor usia bisa lebih nyaman dan tidak lagi kesulitan dalam beraktivitas,” pungkasnya. ***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





