Soal Bentrokan Antar Perguruan Silat, Ketua DPRD Tulungagung : Perlu Dibuat Perda yang Mengatur

DPRD Tulungagung usul perlu dibuat Perda untuk menangani bentrokan perguruan silatProses pembongkaran tugu perguruan silat di Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung (istimewa)
Tulungagung, LINGKARWILIS.COM –   Ketua DPRD Tulungagung Marsono menganggap masalah bentrokan antar-anggota perguruan silat sebenarnya juga dipicu masalah penggunaan atribut perguruan silat.
Untuk itu, menurutnya perlu dibuat peraturan daerah (Perda) yang mengatur tentang semua atribut perguruan pencak silat.

“Kalau mungkin harus di-perda-kan dengan pertimbangan hal yang sifatnya strategis, boleh lah kami diajak untuk berpikir ke sana,” kata Marsono, Minggu (12/11/2023).

Jatuh dari Sepeda, Pelajar Asal Desa Kunjanglor Kediri Meninggal Dunia, Ini Kronologinya

Pembuatan perda tentang atribut silat tersebut, jelas Marsono, bisa menjadi jawaban pasca-penerapan kebijakan dari Pemprov Jawa Timur, untuk menertibkan setiap tugu perguruan silat yang berada di fasum.

Mengingat gesekan akibat penggunaan atribut silat juga kerap terjadi di wilayah Kabupaten Tulungagung. Namun apabila perda itu benar-benar dibuat, pihaknya ingin agar semua pihak yang bersangkutan pada perda tersebut memiliki komitmen terhadap regulasi yang telah dibuat.

“Mau dibuat seribu peraturan, tapi kalau orang yang melaksanakan aturan tidak peduli, siapa yang nantinya bertanggung jawab,” jelasnya.

Soal Bentrokan Antar Perguruan Silat, Ketua DPRD Tulungagung : Perlu Dibuat Perda yang Mengatur

Terkait tanggapan proses penertiban tugu perguruan silat yang sedang dilakukan, ungkap Marsono, pihaknya meyakini jika hal itu merupakan bentuk ikhtiar dari masing-masing perguruan silat yang bisa berdampak positif.

Marsono mengaku sepakat dengan opsi pembongkaran tugu perguruan silat yang dilakukan kalangan eksekutif lantaran dianggap menyebabkan bentrokan antar-perguruan silat.
“yang jelas kita upayakan yang terbaik,” ujarnya.***
Reporter :  Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin

Leave a Reply