Jombang, LINGKARWILIS.COM β Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), ketersediaan tiket kereta api menuju Jombang masih tergolong aman. Hingga Kamis (6/8/2026), lebih dari 70 persen tiket masih tersedia untuk melayani mobilitas peserta yang diperkirakan datang dari berbagai daerah.
Stasiun Jombang bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi potensi peningkatan jumlah penumpang, baik menjelang maupun setelah pelaksanaan Muktamar NU.
Kepala Stasiun Jombang, Andri Puji, mengatakan kondisi penumpang hingga saat ini masih relatif normal. Namun, pihaknya telah mempersiapkan berbagai langkah untuk menghadapi kemungkinan lonjakan penumpang, terutama saat arus kepulangan setelah seluruh rangkaian Muktamar selesai.
“Untuk saat ini penumpang masih relatif normal. Namun kami tetap melakukan persiapan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang menjelang maupun setelah pelaksanaan Muktamar,” ujar Andri saat ditemui di Stasiun Jombang, Kamis (6/8/2026).
Baca juga :Β LKNU Jombang Siapkan Posko Kesehatan Mandiri, Siaga Layani Puluhan Ribu Muktamirin
Andri memastikan calon penumpang tidak perlu khawatir kehabisan tiket. Pasalnya, ketersediaan tiket kereta api untuk perjalanan menuju maupun dari Jombang saat ini masih berada di atas 70 persen.
Meski demikian, peserta Muktamar NU diimbau segera melakukan pemesanan tiket agar dapat memperoleh jadwal perjalanan sesuai kebutuhan.
Stasiun Jombang sendiri melayani 18 perjalanan kereta api jarak jauh pulang-pergi setiap hari. Selain itu, tersedia enam perjalanan kereta api lokal pulang-pergi yang melayani sejumlah rute, seperti Surabaya, Blitar, Malang dan wilayah sekitarnya.
Keberadaan layanan tersebut menjadi salah satu alternatif transportasi bagi peserta Muktamar yang datang dari berbagai penjuru daerah.
Berdasarkan pengalaman dalam menghadapi kegiatan berskala besar, peningkatan jumlah penumpang diperkirakan mulai terlihat sejak H-3 pelaksanaan Muktamar. Para peserta diprediksi memilih tiba lebih awal untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti rangkaian kegiatan.
Baca juga :Β Kapolres Kediri Silaturahmi ke DPRD, Perkuat Sinergi Antar-Forkopimda
Antisipasi juga dilakukan untuk menghadapi arus balik setelah Muktamar berakhir. Stasiun Jombang berharap para peserta dapat memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman dan tepat waktu.
“Kami juga mengantisipasi peningkatan penumpang setelah kegiatan selesai. Harapannya, peserta Muktamar dapat memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” pungkas Andri.
Selain ketersediaan tiket dan frekuensi perjalanan, lokasi Stasiun Jombang juga menjadi salah satu keunggulan bagi peserta Muktamar. Jaraknya relatif dekat dengan lokasi utama kegiatan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, yakni sekitar 7,2 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 16 menit.
Dengan akses tersebut, kereta api diperkirakan menjadi salah satu moda transportasi pilihan bagi ribuan peserta Muktamar NU ke-35 yang akan datang ke Jombang dari berbagai daerah di Indonesia.***
Reporter : Taufiq Rachman
Editor : Hadiyin





