JOMBANG, LINGKARWILIS.COM – Dinamika menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, menjadi perhatian keluarga pendiri NU. Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid mengingatkan agar forum tertinggi organisasi tersebut tidak berubah menjadi ajang perselisihan maupun sekadar perebutan kursi kepemimpinan.
Putri kedua Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menilai salah satu langkah penting untuk menjaga keutuhan jam’iyah NU adalah kembali berpegang pada Khittah NU dan Qanun Asasi.
Qanun Asasi merupakan landasan dasar organisasi yang dirumuskan pendiri NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, pada 1926 dan menjadi salah satu pijakan dalam perjalanan organisasi.
Yenny menyampaikan harapan agar siapa pun yang nantinya terpilih dalam Muktamar ke-35 NU mampu menyatukan berbagai kelompok yang saat ini terlibat dalam dinamika internal organisasi.
Baca juga : Kericuhan Rombongan Diduga Perguruan Silat di Gudo Jombang, Dua Warga Terluka
“Soal muktamar, saya berharap sekali bahwa Muktamar yang akan berlangsung di Tambakberas ini, siapa pun yang akan memenangkan, yang akan terpilih, maka kewajiban utamanya adalah menyatukan seluruh faksi yang sekarang terlibat dalam pertikaian,” tegas Yenny seusai menghadiri acara bersama Duta Besar Australia H.E. Rod Brazier dan para ulama di Jombang, Selasa (18/8/2026).
Menurut Yenny, kepengurusan baru hasil Muktamar ke-35 akan menghadapi tanggung jawab besar. Pemimpin terpilih, kata dia, tidak cukup hanya menikmati kemenangan, tetapi harus mampu meredakan ketegangan internal dan kembali merangkul seluruh elemen organisasi.
Ia menilai konsolidasi dan rekonsiliasi antarkelompok menjadi langkah penting setelah pelaksanaan muktamar. Upaya tersebut diperlukan untuk menjaga keutuhan NU sebagai organisasi yang menaungi warga dengan paham Ahlussunnah wal Jamaah.
Namun, Yenny menekankan bahwa proses penyatuan tersebut harus tetap berpijak pada nilai dan garis perjuangan yang diwariskan para pendiri NU.
Baca juga : Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Kabupaten Kediri Digelar Pagi di Stadion Canda Bhirawa
“Mengembalikan NU kembali ke khitahnya, ya. Lalu menjadikan Qanun Asasi sebagai prinsip dasar menjalankan Nahdlatul Ulama ke depannya nanti,” pungkasnya.
Yenny berharap Muktamar ke-35 NU di Tambakberas dapat menjadi momentum untuk memperbaiki kembali tata kelola organisasi. Kepemimpinan yang terpilih nantinya diharapkan mampu mengembalikan fokus NU pada peran utamanya dalam bidang keagamaan, sosial kemasyarakatan dan kebangsaan, sekaligus menjaga persatuan di internal organisasi.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin