Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Kabupaten Lamongan resmi menambah destinasi wisata kuliner baru melalui pembukaan Wisata Kuliner Pinggir Bengawan di Desa Jatirenggo, Kecamatan Glagah. Mengusung konsep bersantap di alam pedesaan dengan panorama Bengawan Solo, lokasi ini menjadi magnet baru bagi pecinta kuliner tradisional.
Pengembangan wisata kuliner ini merupakan bagian dari Program Desa Berdaya 2025 dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jawa Timur. Desa Jatirenggo terpilih karena memiliki capaian Indeks Desa Membangun (IDM) yang tinggi.
Kepala Desa Jatirenggo, Try Deasy Kusumaning Ayu, mengatakan ikon utama yang kembali diangkat adalah Udang Conggah, jenis udang galah yang pernah viral dan kini dikemas dengan penyajian modern.
“Kita hidupkan lagi ikon Udang Conggah dengan sajian yang lebih kekinian. Selain itu ada Garang Asem Bambu, rica-rica belut, olahan ikan asap, ayam bakar, dan banyak pilihan lain,” ujarnya.
Baca juga : Congkel Jok, Pria Asal Tuban Babak Belur Dihajar Massa di Lamongan
Salah satu menu yang tengah menjadi sorotan adalah Garang Asem Bambu, disajikan langsung dalam bambu dan menggunakan ayam kampung. Menu ini dibanderol Rp85 ribu dan cukup untuk enam orang. Sementara Udang Conggah dipatok mulai Rp50 ribu sesuai ukuran dan porsi.
“Kami menjual tidak hanya rasa, tapi juga pengalaman kuliner khas desa,” tambahnya.
Tak sekadar tempat makan, keberadaan wisata kuliner ini menjadi strategi desa untuk meningkatkan perekonomian warga. UMKM lokal turut dilibatkan, termasuk produk Batik Conggah bermotif udang sebagai bagian dari promosi desa.
“Konsepnya back to nature. Pengunjung bisa menikmati hidangan sambil merasakan suasana desa yang asri di tepi Bengawan Solo,” jelasnya.
Dari Dinas PMD Kabupaten Lamongan, Kabid Usaha Ekonomi Pemberdayaan Masyarakat Rahadi Puguh Raharjo, menegaskan bahwa Desa Berdaya dirancang untuk menguatkan ekonomi desa melalui sektor prioritas yang dikelola BUMDes.
Baca juga : Progres KDMP Karanglangit Tertinggi se-Indonesia, Presiden Apresiasi Sinergi TNI dan Pemkab Lamongan
“Di Jatirenggo, sektor unggulannya adalah kuliner pinggir Bengawan Solo. Ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat dan UMKM desa,” kata Puguh.
Ia menilai potensi Udang Conggah sangat besar sebagai ciri khas kuliner Lamongan, bahkan berpeluang menembus pasar ekspor.
Setelah mencicipi langsung, Puguh memberikan apresiasi. “Rasanya luar biasa. Udang Conggah punya karakter berbeda dari olahan udang lain. Rica-rica belut, ayam bambu, sampai ikan asapnya juga istimewa. Ini sangat berpotensi menjadi ikon kuliner Lamongan,” tuturnya.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





