Jombang, LINGKARWILIS.COM – Calon jamaah haji asal Kabupaten Jombang diingatkan agar mengedepankan faktor keselamatan saat menunaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci, khususnya setelah puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Pembimbing Jamaah Haji Kabupaten Jombang 2026, Muhajir, menyampaikan penekanan tersebut usai pelaksanaan bimbingan manasik haji terintegrasi. Ia memberikan materi terkait layanan serta tata cara ibadah pasca Armuzna, terutama saat kembali ke Mekkah untuk melaksanakan Tawaf Ifadah dan Tahallul Tsani.
“Setelah dari Mina menuju hotel di Mekkah, kami berharap kondisi kesehatan jamaah tetap prima. Untuk menuju Masjidil Haram dan melaksanakan Tawaf Ifadah, jamaah sebaiknya menunggu operasional bus sholawat,” ujarnya, Selasa (17/2).
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, Bus Sholawat biasanya mulai beroperasi pada 16 Dzulhijjah. Karena itu, Muhajir menyarankan jamaah memanfaatkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan stamina sebelum melaksanakan Tawaf Ifadah secara bersama-sama.
Baca juga : Tradisi Ziarah Jelang Ramadan di Kediri Bawa Berkah Ekonomi bagi Tukang Parkir
Ia juga mengingatkan jamaah agar mengikuti arahan petugas kloter serta jadwal yang telah ditetapkan. Menurutnya, keinginan mengejar keutamaan ibadah (afdholiyah) tidak boleh mengesampingkan aspek keselamatan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Ikuti arahan petugas dan jadwal yang sudah diatur. Jangan sampai memaksakan diri demi mengejar keutamaan yang justru berisiko,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, menjelaskan bahwa manasik yang digelar merupakan tahapan ketiga dari rangkaian pembekalan sebelumnya.
Ia menyebutkan, jumlah jamaah haji Jombang yang berhak berangkat pada 2026 sebanyak 1.263 orang. Setelah manasik, pihaknya akan menyusun jadwal pemberangkatan secara rinci, mulai dari waktu masuk pendopo hingga keberangkatan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
“Seluruh detail teknis akan disiapkan agar jamaah benar-benar siap saat diberangkatkan,” katanya.
Baca juga : Pemkab Kediri Jamin Stok Pangan Aman Selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H
Ilham menambahkan, persiapan haji tidak hanya mencakup administrasi dan logistik, tetapi juga pemahaman mendalam tentang tata cara ibadah. Menurutnya, pembekalan manasik sangat penting agar jamaah memahami setiap tahapan ibadah, sejak di Tanah Air hingga di Tanah Suci.
“Pemahaman yang baik akan memperkuat penghayatan spiritual dan kesungguhan dalam beribadah,” pungkasnya.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





