Kediri, LINGKARWILIS.COM β Volume sampah di Kabupaten Kediri masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kediri. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri mencatat potensi timbulan sampah di wilayah tersebut mencapai sekitar 667 ton setiap hari.
Jumlah tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari sampah rumah tangga, pasar tradisional, perkantoran, depo sampah di setiap kecamatan, hingga sampah yang terkumpul di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG).
Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, mengatakan pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Setiap hari, petugas DLH melakukan pengangkutan sampah menggunakan sejumlah armada truk kontainer menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sekoto di Kecamatan Pare.
Baca juga :Β Pasar Campurejo Berpeluang Direvitalisasi pada 2027, Pemkot Kediri Jemput Dukungan Pemerintah Pusat
“Potensi sampah di Kabupaten Kediri mencapai 667 ton per hari yang berasal dari berbagai sumber. Seluruhnya dikelola dan diangkut menuju TPA Sekoto,” ujar Putut.
Menurutnya, tingginya volume sampah tersebut membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, salah satunya dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
DLH Kabupaten Kediri juga terus mengampanyekan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Pasalnya, berdasarkan hasil pemantauan, sampah plastik masih menjadi jenis sampah yang paling banyak ditemukan dalam timbulan sampah harian.
“Kami terus mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik karena jenis sampah ini masih mendominasi dan membutuhkan waktu yang lama untuk terurai,” katanya.
Selain mengurangi penggunaan plastik, masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan serta mulai menerapkan pengelolaan sampah dari lingkungan masing-masing sebagai langkah sederhana dalam menjaga kebersihan daerah.
Baca juga :Β Ribuan Warga Nganjuk Terima Bantuan Pangan, Bulog Kediri Pastikan Beras Berkualitas
Putut menjelaskan, hingga saat ini kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sekoto masih mencukupi untuk menampung volume sampah yang dihasilkan masyarakat Kabupaten Kediri. Namun, upaya pengurangan sampah dari sumbernya tetap menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan lingkungan.
DLH Kabupaten Kediri berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik, termasuk mengurangi penggunaan plastik dan meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan.
“Kami akan terus mengedukasi masyarakat agar bersama-sama mengurangi sampah, terutama sampah plastik, serta membangun budaya peduli lingkungan demi mewujudkan Kabupaten Kediri yang bersih, asri, dan nyaman,” pungkas Putut.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor :Hadiyin





