Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Menyongsong pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 serta arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H, Polres Lamongan melalui Satuan Lalu Lintas menggelar rapat koordinasi penanganan keselamatan di perlintasan kereta api sebidang, Selasa (3/3/2026).
Rakor yang berlangsung di Ruang Rupatama Tathya Dharaka tersebut dipimpin Kasat Lantas Polres Lamongan, AKP I Made Jata Wiranegara. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Perhubungan Lamongan Dianto Heri Wibowo, perwakilan PT Kereta Api Indonesia Daop 8, jajaran kapolsek, camat, kepala desa, serta Satpol PP Lamongan.
Dalam pemaparannya, AKP I Made Jata Wiranegara mengungkapkan bahwa angka kecelakaan di perlintasan sebidang di wilayah Lamongan masih menjadi perhatian serius. Pada 2024 tercatat delapan kejadian dengan empat korban meninggal dunia dan dua luka berat. Tahun 2025 jumlah kejadian sama, yakni delapan kasus, dengan enam korban meninggal dan dua luka berat. Sementara sejak Januari hingga awal Maret 2026 telah terjadi empat kecelakaan, mengakibatkan tiga korban meninggal dunia dan satu luka ringan.
Baca juga : Harga Cabai, Daging Ayam, dan Telur Picu Inflasi Kota Kediri di Atas Nasional
“Rakor ini diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan keselamatan masyarakat, khususnya menghadapi lonjakan mobilitas saat Lebaran,” ujarnya.
Saat ini, terdapat 81 perlintasan sebidang di Lamongan, terdiri dari 33 perlintasan berpalang pintu yang dijaga Dishub, 29 tanpa palang pintu yang dijaga relawan, serta 19 titik yang telah resmi ditutup.
Satlantas, lanjutnya, telah mengidentifikasi enam faktor penyebab kecelakaan berdasarkan evaluasi lapangan. Ke depan, sejumlah solusi dirancang, antara lain pelatihan penjaga perlintasan, penambahan personel dan sarana komunikasi, peningkatan jumlah palang pintu, penutupan akses jalan kecil yang berisiko, serta sosialisasi intensif kepada masyarakat terkait tata cara aman melintas di rel.
Ia juga meminta kepala desa di sepanjang jalur rel lebih peduli terhadap keselamatan warga, termasuk mempertimbangkan penutupan perlintasan pada malam hari jika tidak tersedia petugas jaga.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Lamongan Dianto Heri Wibowo menyebut ada 50 titik perlintasan yang menjadi prioritas pengawasan. Rinciannya meliputi 19 titik dengan pos jaga dan palang pintu, 13 berpalang tanpa pos, sembilan berpalang swadaya masyarakat, enam tanpa palang, serta tiga dikelola langsung oleh PT KAI.
“Kami memiliki 50 Petugas Jaga Lintasan resmi yang dibantu 63 relawan di sejumlah titik rawan,” ujarnya.
Perwakilan PT KAI Daop 8 menambahkan, selama masa angkutan Lebaran 2026 akan ada penambahan 11 perjalanan kereta api. Sebagian besar jadwal tambahan melintas pada jam rawan, yakni pukul 22.00 hingga 05.00 WIB.
“Kami juga akan menambah penjagaan di 26 titik selama masa Lebaran guna memastikan keselamatan perjalanan kereta maupun pengguna jalan,” jelasnya.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





