Palestina, LINGKARWILIS.COM – Presiden Palestina Mahmoud Abbas secara tegas meminta Hamas untuk menyerahkan kendali atas Gaza kepada Otoritas Palestina (PA) serta meletakkan senjata. Seruan ini disampaikan di tengah meningkatnya tekanan internasional agar PA mengambil peran sentral dalam masa depan kawasan pascaperang.
Dilansir dari laman kantor berita reuters, pernyataan tersebut dilontarkan Abbas dalam rapat Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), sebuah forum yang berstatus sebagai perwakilan sah rakyat Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Abbas juga diperkirakan segera menunjuk calon penerusnya, menyusul desakan dari negara-negara Barat dan Arab yang meragukan kemampuan PA dalam mengelola Gaza secara berkelanjutan.
“Hamas harus menyerahkan tanggung jawab pemerintahan di Gaza kepada Otoritas Palestina, meletakkan senjata, dan bertransformasi menjadi partai politik,” ujar Abbas dalam pidatonya, pada Rabu (23/4).
Baca juga : Sebanyak 226 Situs Arkeologi di Gaza Rusak akibat Serangan Israel
Meski sebelumnya sempat mengajukan permintaan serupa, ini merupakan pernyataan terbuka pertama Abbas sejak konflik terbaru di Gaza meletus pada 7 Oktober 2023.
Kala itu, milisi Hamas menyerang Israel dan menewaskan sekitar 1.200 orang serta menyandera lebih dari 250 lainnya, menurut data pemerintah Israel. Serangan tersebut memicu balasan militer besar-besaran dari Israel yang, menurut otoritas kesehatan Gaza, telah menewaskan lebih dari 50.000 orang dan meratakan sebagian besar wilayah Gaza.
Konflik tersebut memperuncing ketegangan antara Hamas dan PA, yang kehilangan kendali atas Gaza sejak 2007 setelah perang saudara singkat antara kedua pihak.
Meski Israel menyatakan tidak akan menerima kehadiran PA di Gaza, sejumlah negara Arab dan Barat terus mendorong reformasi PA agar bisa menjadi kekuatan administratif yang layak dipercaya untuk masa depan Gaza.
Baca juga : Prancis Nyatakan Dukungan terhadap Rencana Rekonstruksi Gaza oleh Negara-Negara Arab
Sebagai respons, beberapa negara Arab telah mengusulkan pembentukan komite sementara untuk mengelola Gaza pascaperang sebelum diserahkan kembali kepada PA. Rencana tersebut juga mendapat dukungan dari Amerika Serikat, Uni Eropa, serta negara-negara Teluk yang diproyeksikan akan membiayai rekonstruksi kawasan.
Dalam pidatonya, Abbas juga mengutuk serangan 7 Oktober oleh Hamas, yang menurutnya memberi Israel pembenaran untuk melakukan penghancuran besar-besaran di Gaza.
Abbas, kini berusia 89 tahun, telah memimpin Palestina sejak 2004 setelah wafatnya Yasser Arafat. Selama dua dekade kepemimpinannya, ia enggan menunjuk wakil atau suksesor, namun tekanan akibat krisis Gaza membuat isu suksesi menjadi mendesak.***
Editor : Hadiyin





