LINGKARWILIS.COM – Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Hadi Atmaji menilai bahwa pengakuan Ploso sebagai tempat kelahiran Bung Karno akan memperkuat posisi Jombang dalam konteks nasional baik dari sisi historis maupun strategis.
“Daya jual Jombang akan meningkat secara nasional. Selain dikenal sebagai daerah kelahiran banyak tokoh besar, jika Ploso diakui sebagai tempat lahir Bung Karno, maka citra Jombang sebagai The Root of Java akan semakin kuat,” kata Hadi usai membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Ploso Bumi Lahir dan Masa Kecil Bung Karno pada Sabtu (12/7).
Hadi menyampaikan apresiasinya atas inisiatif alumni SMA Negeri 2 Jombang yang menggagas FGD tersebut. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut lintas sektor terhadap hasil diskusi yang telah digelar.
“Ketika diskusi ini sudah melahirkan kesimpulan, tentu kita akan mendorong langkah konkret. Sejarah itu harus diakui bersama, bukan oleh satu pihak saja,” ujarnya.
Fenomena Bediding, Dinkes Jombang Serukan Waspada Gangguan Kesehatan
Diskusi yang berlangsung di Ruang Soeroadingrat, Kantor Pemkab Jombang ini turut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan akademisi, termasuk Prof. Ganjar Razuni dari Universitas Nasional Jakarta, yang menjadi narasumber utama.
“FGD ini adalah rangkaian dari diskusi panjang yang telah kami lakukan secara mandiri. Ini lahir dari inisiatif berbagai potensi sosial di Jombang,” ujar Ganjar.
Ia menegaskan bahwa diskusi ini bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi ilmiah dan metodologis yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
“Kita ingin memperkuat kerja-kerja TACB Jombang agar nantinya bisa diterbitkan produk hukum dari kepala daerah, seperti SK Bupati, yang menetapkan Ploso sebagai tempat lahir dan masa kecil Bung Karno. Karena secara indikasi, 99,9 persen arahnya memang ke sana,” tegasnya.
Dari Hobi Menjadi Cuan! Kisah Sukses Pemuda Jombang Budidayakan Ikan Hias
Sementara itu, Tim Ahli Bupati Jombang Medan Amrullah menyatakan bahwa hasil FGD akan menjadi acuan penting dalam penyusunan kebijakan daerah ke depan.
“Sebagai perpanjangan tangan dari para inisiator, saya akan menyampaikan hasil diskusi ini kepada Bupati agar menjadi bahan kajian untuk dituangkan dalam kebijakan resmi, seperti SK penetapan situs atau riwayat kelahiran,” tandas Medan.
Reporter: Agung Pamungkas
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





