Pria 50 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Peterongan, Polisi: Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Pria 50 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Peterongan, Polisi: Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
Polisi saat lakukan olah TKP pria 50 tahun yang meninggal di dalam Kos Dusun Wonokerto, Peterongan, Jombang. (Istimewa)

Jombang, LINGKARWILIS.COM – Seorang pria bernama Sholihin (50), warga Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar kos di Dusun Wonokerto, Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolsek Peterongan AKP Hidayaturrachman menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban sebelumnya menghubungi seorang perempuan berinisial M melalui panggilan WhatsApp sekitar pukul 07.05 WIB dan mengajaknya bertemu di kamar kos tersebut.

Setelah M tiba di lokasi, keduanya sempat berbincang sekitar lima menit. Korban kemudian meminum air mineral dari botol berukuran 1.600 mililiter sebelum berpindah duduk di sisi kasur dekat kamar mandi.

“Setelah meminum air mineral, korban tiba-tiba mengalami kejang-kejang dan tidak sadarkan diri,” ujar AKP Hidayaturrachman kepada awak media, Rabu (1/7/2026).

Baca juga :Β Fraksi PPP Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Beri Tujuh Catatan untuk Pemkab Jombang

Melihat kondisi tersebut, M segera meminta bantuan kepada penjaga kos, Sutikno. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat, Titik Mayasari, yang selanjutnya meneruskan informasi tersebut ke Polsek Peterongan.

Petugas kepolisian bersama tim terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan terhadap jenazah korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat serangan jantung. Selain itu, korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit gondok atau infeksi pada tenggorokan.

“Dari hasil pemeriksaan di TKP tidak ditemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat serangan jantung. Korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit gondok atau infeksi pada tenggorokan,” jelasnya.

Baca juga :Β Dinkes Kabupaten Kediri Bekali Pelaku UMKM dengan Penyuluhan Keamanan Pangan

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang sebagai bagian dari proses pendataan, di antaranya satu celana panjang warna cokelat tua, satu topi berwarna biru, satu unit telepon genggam merek OPPO warna perak, satu botol air mineral berukuran 1.600 mililiter, serta dua buah kondom.

Polisi memastikan penanganan kasus dilakukan sesuai prosedur. Berdasarkan hasil olah TKP, pemeriksaan luar terhadap jenazah, serta keterangan para saksi, hingga saat ini tidak ditemukan indikasi adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

“Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi dengan menyampaikan surat permohonan serta surat pernyataan resmi kepada penyidik,” pungkas AKP Hidayaturrachman.***

Reporter : Taufiq Rachman

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *