Tiga Desa di Kecamatan Modo Lamongan Terendam Banjir Akibat Hujan Deras dan Luapan Sungai

Tiga Desa di Kecamatan Modo Lamongan Terendam Banjir Akibat Hujan Deras dan Luapan Sungai
Tampak sungai meluap menggenangi jalan desa dan lahan pertanian di Kecamatan Modo Kabupeten Lamongan (Ist)

LAMONGAN, LINGKARWILIS.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, pada Senin malam (12/5/2025) memicu luapan sungai yang merendam tiga desa sekaligus. Desa Kedungrejo, Sambangrejo, dan Karangpilang menjadi wilayah terdampak, dengan jalan desa dan lahan pertanian ikut tergenang.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Joko Nursiyanto, menyebutkan bahwa banjir disebabkan oleh aliran air dari wilayah hulu, khususnya Desa Yungyang dan Pule, yang tidak mampu ditampung oleh alur sungai setempat.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

“Setiap kali hujan deras melanda wilayah Yungyang dan Pule, air akan mengalir ke tiga desa itu. Polanya memang selalu seperti ini tiap tahun,” jelas Joko saat dikonfirmasi, Selasa (13/5/2025).

Baca juga : Lalu Lintas di Kediri Terpantau Kembali Normal Usai Libur Waisak 2025, Polisi Tetap Siaga di Titik Rawan

Ia juga menambahkan, dari laporan Kepala Desa Sambangrejo, banjir seperti ini bukan kejadian baru bagi warganya. Genangan air hampir selalu terjadi saat curah hujan tinggi.

“Warga sudah terbiasa menghadapi situasi ini. Namun demikian, akses jalan antar desa dan area persawahan tetap menjadi titik paling terdampak,” imbuhnya.

Joko mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi tanaman padi yang masih berusia sekitar 40 hari. Jika genangan bertahan lebih dari satu minggu, potensi kerusakan pada tanaman akan semakin besar. Namun jika surut dalam dua hari, tanaman masih dapat terselamatkan.

Baca juga : Stok Darah AB di PMI Kota Kediri Naik, Tapi Masih Rawan Kekurangan

“Mudah-mudahan air segera turun dan tidak sampai merusak tanaman petani,” harapnya.

Menanggapi potensi cuaca ekstrem, BPBD Lamongan telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh camat dan kepala desa agar meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan berlangsung hingga 17 Mei 2025.

“Kami minta masyarakat tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca agar bisa segera melakukan langkah antisipasi,” tegas Joko.***

Reporter : Suprapto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *